Jakarta (ANTARA News) - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) membidik sekitar 100.000 Usaha Kecil dan Menengah (UKM) bergabung memanfaatkan layanan STAR Contact Center aplikasi yang bisa digunakan untuk mengelola dan memonitoring perkembangan bisnis dari UKM.

"Layanan Contact Center STAR sebuah inovasi layanan yang dipersembahkan khusus untuk pelaku bisnis UKM Indonesia. STAR akronim dari Smart Solution, Trusted, Affordable and Reliable," kata Direktur Enterprise & Business Service Telkom, Muhammad Awaluddin, di Jakarta, Selasa.

Menurut Awaluddin, Telkom menyadari salah satu kebutuhan pelaku bisnis UKM adalah bagaimana penyediaan akses, melayani maupun memberikan informasi kepada pelanggannya secara mudah dan murah dari sisi biaya.

"Salah satu saluran yang bisa dimanfaatkan adalah contact center. Kami juga tawarkan integrasi layanan ini dengan aplikasi BosToko (Bisa Online Untuk Semua Toko) agar para UKM lebih produktif," jelasnya.

"BosToko" adalah aplikasi Enterprise Resource Planning (ERP) berbasis "cloud computing" hasil kerjasama Telkom dengan PT Inforsys yang dapat mengelola dan memonitoring perkembangan bisnis dari UKM.

Hingga kini, pelaku bisnis UKM yang sudah tertarik dan meregistrasikan berlangganan layanan BosToko hampir 9.000 UKM di seluruh Indonesia. Angka tersebut masih jauh dari target yang ditetapkan yakni sekitar 20.000 UKM.

Ia menambahkan, STAR Contact Center tidak hanya memudahkan dalam penyediaan layanan informasi produk UKM bagi pelanggan hingga order taking management, tapi Telkom juga menyediakan layanan "social media analitycs" (melalui akun facebook dan twitter) untuk membantu UKM dalam mengelola bisnisnya secara efektif dan efisien.

"Pelaku UKM akan dimudahkan dalam pengelolaan pelanggan, karena kami menyediakan semacam aplikasi Customer Relationship Management (CRM) yang sederhana untuk para pelanggannya. STAR Contact Center nantinya akan menjadi mediator dan accelerator prosesnya," jelasnya.

Dikatakannya, layanan STAR Contact Center beroperasi 24 jam sehari dalam 7 hari seminggu dengan konsep virtual and shared contact center yang berbasis infrastructure cloud (cloud-based contact center).

Awaluddin memastikan meskipun mengadopsi sistem shared agent, pelaku UKM tidak perlu khawatir akan kerahasiaan data.

Pasalnya, agen contact center Telkom hanya akan menyampaikan informasi yang terkait dengan bisnis pelaku UKM, dan masing-masing UKM akan memiliki nomor contact center yang berbeda yang berbasis nomor telepon tetap (PSTN) yang akan dipasang di pelanggan UKM.

Selain itu, update data hanya dapat dilakukan langsung oleh pelaku UKM melalui jaringan cloud yang tersedia.(*)