Jakarta (ANTARA News) - Produk pertanian nusantara seperti buah-buahan dan sayuran dinilai masih minim promosi dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015.

Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (PPHP) Kementerian Pertanian Yusni Emilia Harahap di Jakarta, Kamis menyatakan, menghadapi MEA 2015, upaya mempromosikan produk pertanian menjadi hal yang penting.

Hal itu, katanya ketika membuka Gelar Promosi Cinta Produk Pertanian Nusantara di auditorium Kementerian Pertanian karena perkembangan perdagangan dan lingkungan yang semakin terbuka menjadikan masyarakat memiliki banyak pilihan termasuk pilihan produk dari luar negeri.

"Oleh karena itu produk pertanian nusantara perlu mendapat kesempatan promosi yang lebih banyak kepada masyarakat guna menginformasikan keunggulan yang dimiliki," katanya.

Dia mengakui, potensi sumberdaya alam dalam negeri termasuk produk pertanian memiliki banyak keunggulan, namun kurang disosialisasikan kepada masyarakat.

Oleh karean itu, Dirjen menyatakan, pihaknya siap mengupayakan fasilitasi promosi yang lebih mendukung baik berupaka kegiatan maupun sarana penunjang.

Sementara itu Gelar Promosi Cinta Produk Nusantara dilaksanakan oleh Ditjen PPHP bersama Masyarakat Pecinta Buah dan Sayuran Nusantara (MPBSN), pelaku usaha, gabungan kelompok tani, asosiasi petani dan koperasi dalam bentuk bazar.

Kegiatan yang digelar selama 10-11 Juli 2014 itu diharapkan menjadi salah satu upaya mempromosikan produk pertanian dalam negeri khususnya sayuran, buah dan jamu.

Dengan demikian, tambahnya, mampu meningkatkan kecintaan dan konsumsi masyarakat terhadap produk nusantara terutama buah dan sayuran.

"Hal itu diharapkan menjadi pendorong bagi pengembangan usaha pertanian yang dilakukan para petani," kata Yusni Emilia.