Kairo (ANTARA News) - Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa (Prabowo-Hatta) memperoleh kemenangan mutlak di Yordania, negara tempat Probowo pernah menenangkan diri di masa transisi reformasi di Indonesia.

Dalam penghitungan suara pilpres yang berakhir Rabu (9/7) malam, Prabowo-Hatta meraih 71,8 persen dari total 214 suara sah, dan pasangan Jokowi-JK mendapat 84 suara atau 28,2 persen, kata Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Yordania, Rabu malam.

Ketua Tim Sukses Prabowo-Hatta, Fajar Siddik Irsyad yang dikonfirmasi membenarkan rekapitulasi tersebut, dan menyebutkan bahwa suara tidak sah sebanyak delapan suara.

Disebutkan, total pengguna hak suara sebanyak 306 pemilih, yaitu 95 laki-laki dan 211 perempuan dari dari daftar pemilih tetap (DPT) 964 orang.

"Minimnya partisipasi pemilih di PPLN Yordania diduga kuat karena berlangsung pada bulan Ramadhan dan mengingat transportasi publik yang kurang memadai khususnya pada musim panas," tutur Fajar.

PPLN-KPPSLN Amman melangsungkan pemungutan suara pada Jumat, 4 Juli 2014 di gedung KBRI Amman di Distrik Sweifeh-Abdoun, mulai pukul 15.00 hingga pukul 23.00 waktu setempat.

Menurut Fajar, beberapa faktor pasangan Prabowo-Hatta menang di Yordania, antara lain, adanya ikatan emosional antara Prabowo dengan Raja Yordania Abdullah II.

Pemilih Prabowo-Hatta didominasi oleh kalangan pelajar dan mahasiswa Indonesia serta para tenaga kerja Indonesia (TKI) di Yordania setelah meninjau visi, misi dan platform Prabowo-Hatta, turur Fajar. (M043)