Batam (ANTARA News) - Kantor Bank Indonesia Kepulauan Riau membuka loket khusus untuk penukaran uang tunai mulai dua pekan sebelum Lebaran, atau 14 Juli 2014 untuk memenuhi kebutuhan pecahan kecil masyarakat jelang Lebaran.

"Pelayanan melalui loket-loket mulai 14 hingga 24 Juli," kata Kepala Perwakilan BI Provinsi Kepri Gusti Raizal Eka Putra di Batam, Kepri, Selasa.

Pelayanan uang itu, tidak hanya untuk pecahan kecil, namun juga penukaran uang layak edar atau tidak layak edar dengan uang masih layak edar dalam pecahan yang sama atau pecahan lain, serta penukaran uang yang telah dicabut dan ditarik dari peredaran yang masih berlaku masa penukarannya.

Selain di Kantor BI, Gusti Raizal mengatakan BI juga bekerja sama dengan bank-bank lain untuk penukaran uang.

"Orang tidak harus ke BI, tapi juga ada di kantor-kantor bank. Bank yang melayani penukaran nanti ada spanduknya," kata dia.

BI memastikan pasokan uang tunai untuk kebutuhan Ramadhan dan Idul Fitri seluruh masyarakat Kepri cukup. Bahkan, saat ini jumlah uang kartal yang berada di kas BI melebihi.

BI memperkirakan kebutuhan uang kartal meningkat sekitar 15 persen dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Kebutuhan uang kartal, BI memproyeksi sekitar Rp1,97 triliun untuk semua pecahan, meningkat 15 persen dibanding tahun lalu Rp1,71 triliun," kata Gusti.

Kebutuhan pecahan besar Rp20 ribu ke atas memperkirakan sekitar Rp1,9 triliun. Sedangkan untuk pecahan kecil sekitar Rp0,07 triliun.

"Saat ini stok cukup. Tidak perlu khawatir, karena saldo yang ada melebihi kebutuhan yang dibutuhkan," kata dia.

Sementara perkiraan uang yang ke luar dari BI selama Ramadhan, diperkirakan paling besar kepada perbankan, mencapai Rp1,94 triliun, dan selebihnya dilakukan oleh masyarakat langsung Rp0,02 triliun.

(Y011/Z003)