Jakarta (ANTARA) - Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menyebut bahwa Kombes Pol. Ahrie Sonta Nasution resmi menjadi ajudan Presiden Prabowo Subianto dari Polri.

“Sudah, tinggal tunggu diaktifkan. Mungkin saat ini masih orientasi,” kata Kapolri ketika dihubungi awak media di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Polri sudah ajukan nama kandidat ajudan presiden-wapres terpilih

Ia mengatakan Ahrie merupakan salah satu personel dari enam nama yang diajukan dari Polri. Usai menjalani tes, Ahrie menjadi personel yang terpilih.

"Beliau saat itu tes dengan enam peserta dari Polri dan terpilih beliau," ucapnya.

Sementara itu, tiga matra TNI, yaitu TNI Angkatan Darat (AD), TNI Angkatan Laut (AL), dan TNI Angkatan Udara (AU) juga masing-masing telah menyiapkan kandidat terbaiknya untuk menjadi ajudan Presiden Prabowo Subianto.

Baca juga: TNI siapkan 3 kandidat ajudan Presiden Prabowo Subianto

Tiga kandidat itu adalah Kolonel Infanteri Wahyo Yuniartoto dari TNI AD, Kolonel Pnb Anton Palaguna dari TNI AU, dan Letkol Laut (P) Romi Habe Putra dari TNI AL.

Diketahui, Kombes Pol. Ahrie Sonta Nasution sebelum terpilih menjadi ajudan Presiden, ia menjabat sebagai Sekretaris Pribadi (Sekpri) Kapolri pada Staf Pribadi Pimpinan (Spripim) Polri sejak 18 Februari 2021.

Pria kelahiran tahun 1981 ini merupakan alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 2002. Ia pernah mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa dari Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) menjadi Komisaris Besar Polisi (Kombes) melalui Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB).

Untuk jabatan di Korps Bhayangkara, Ahrie pernah bertugas di Ditresnarkoba Polda Metro Jaya dan Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok sebelum akhirnya menjadi Sekpri Kapolri.

Ia juga pernah terlibat dalam beberapa operasi, salah satunya Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Operasi Nemangkawi di Papua.

Baca juga: Prabowo tantang mantan ajudan tingkatkan kualitas pendidikan di Bogor
Baca juga: Kisah Mayor Teddy: Dari ajudan hingga sekretaris kabinet