Semarang (ANTARA News) - Pendukung calon presiden-wakil presiden, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, di Jawa Tengah, tidak perlu terlalu reaktif menyikapi pernyataan Wiranto soal kebocoran surat Dewan Kehormatan Perwira (DKP).

"Pernyataan itu menunjukkan ketidakdewasaan, bahkan bisa pula itu bentuk dari kepanikan karena elektabilitas Prabowo-Hatta terus naik dari hari ke hari," kata Wakil Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Sriyanto Saputro, di Semarang, Jumat.


Ia mengaku geli dan mempertanyakan mengapa hal menyangkut DKP itu disampaikan Wiranto pada masa kampanye Pemilu Presiden 2014.




Wiranto --dengan berbagai kendaraan politik-- telah tiga kali mencoba peruntungannya ke kursi kepresidenan pada tiga Pemilu Presiden, namun semuanya gagal.

Menurut Saputro, para pendukung pasangan capres Prabowo-Hatta tidak perlu terlalu mempersoalkan hal tersebut karena masyarakat saat ini sudah cukup cerdas dalam menentukan pilihannya.

"Ketika mendaftar sebagai calon presiden, KPU tidak mempersoalkan hal itu sehingga itu berarti sudah clear," ujarnya.

Sriyanto yakin pernyataan Wiranto mengenai kebocoran DKP itu tidak akan berdampak apapun terhadap dukungan masyarakat terhadap dukungan capres Prabowo-Hatta pada Pemilu Presiden mendatang.