Jakarta (ANTARA News) - Tanpa alas kaki di hamparan batu nisan dan rimbun pohon Kamboja di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Pasar Baru Barat, Jakarta Pusat, Naim berjalan menenteng gunting rumput menyusuri blok A II untuk membersihkan salah satu makam.

Naim (49) adalah satu dari 50 perawat makam di TPU Karet Pasar Baru Barat atau yang kerap disebut TPU Karet Tengsin.

Naim mengatakan bulan Ramadhan dan Idul Fitri adalah saat yang paling ditunggu karena penghasilannya meningkat.

Sebelum Ramadhan, Naim mengaku mendapatkan satu juta rupiah per bulan dari 19 makam yang ia rawat.

"Jika ditotal dari bulan puasa dan lebaran bisa dapet dua juta sampai empat juta rupiah, tidak bisa diprediksi, yang pasti meningkat dari bulan biasa," kata pria yang tinggal tidak jauh dari pemakaman ini, Rabu.

Naim mengaku uang tersebut didapatkan dari pemberian orang-orang yang berziarah dan menitipkan makam untuk dirawat.

"Jika hanya dibersihkan ketika berziarah biasanya dikasih seikhlasnya, Rp10 ribu sampai Rp20 ribu sudah alhamdulillah. Kalau yang minta dirawat rumputnya bisa Rp100 ribu sampai Rp200 ribu per bulan untuk makam," katanya.

Naim mengatakan pada Ramadhan dan Idul Fitri jumlah pemberian tersebut bisa meningkat dua sampai tiga kali lipat.

"Itu berkah bulan puasa, uangnya lumayan untuk saya ikutan lebaran juga," katanya.

Helmi Ibrahim, Kepala TPU Karet Pasar Baru, mengatakan ada 50 perawat makam di tempatnya namun menjelang Ramadhan dan lebaran jumlahnya meningkat dua kali lipat karena ada perawat makam musiman.

"Menjelang lebaran nanti bisa mencapai ratusan perawat makam, yang asli sini dan yang musiman, jumlah pedagang dan pembaca doa juga meningkat," kata Helmi.

Helmi mengatakan pihaknya memaklumi munculnya banyak perawat makam musiman mengingat tradisi berziarah di bulan Ramadahan dan lebaran yang dilakukan masyarakat.

"Selama mereka ikut menjaga kenyamanan dan keamanan makam, kami anggap itu adalah ajang mereka mendapatkan rejeki dari hari raya," katanya.

Nurhayati, pedagang kembang ziarah di dekat makam Ustad Jeffry Al Buchori, mengatakan selama bulan puasa sampai sepekan setelah lebaran pendapatannya meningkat.

"Yang beli pasti banyak, kadang kita juga menaikkan harga kembang, dari Rp5 ribu menjadi Rp7 ribu per bungkus. Untuk yang sepaket kembang dan air yang biasa Rp10 ribu bisa naik jadi Rp12 ribu," katanya.

Tono, pedagang VCD ceramah dan aksesoris bertema Ustad Jeffry Al Buchori, memastikan selama bulan Ramadhan sampai lebaran pendapatannya meningkat karena banyak peziarah yang datang.

"Puasa tahun lalu saya sampai menginap di kuburan karena dari pagi sampai malam selalu ramai sama yang ziarah makam," kata Tono yang berdagang tidak jauh dari makam Uje.