Bogor (ANTARA News) - Wali Kota Bogor Bima Arya menyambut baik tawaran program kerja sama penyebaran informasi terkait pembangunan pemerintah daerah berupa "Layar Indonesia" oleh Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara.

"Saya sangat setuju dengan adanya program ini, saya harapkan ini bisa menjadi sarana sosialisasi Pemerintah Kota Bogor kepada masyarakat luas," katanya saat menerima kunjungan Direktur Komersial dan IT LKBN Antara Hempi N Prajudi beserta tim di rumah dinas wali kota, Jalan Pajajaran, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu.

Bima mengatakan, Pemerintah Kota Bogor saat ini memiliki banyak program-program untuk membangun masyarakat dan menata kota agar lebih baik, nyaman dan bersih.

Beberapa kawasan seperti di Jalan Surya Kencana, Jalan Merdeka dan Kapten Muslihat akan dijadikan sebagai tempat bagi pejalan kaki menikmati jajanan khas "Kota Hujan" itu.

Ia mengharapkan program kerja sama "Layar Indonesia" oleh LKBN Antara dapat menjadi media sosialisasi program pembangunan Pemerintah Kota Bogor, khususnya kepada masyarakat Bogor, maupun nasional umumnya.

"Harapan saya Antara bisa menjadi media penyebaran informasi yang berimbang sehingga berita yang disampaikan kepada masyarakat lebih optimal," kata Bima Arya.

Sementara itu, Direktur Komersial dan IT LKBN Antara Hempi N Prajudi mengatakan, "Layar Indonesia" merupakan layanan multimedia baru milik LKBN Antara yang tujuannya sebagai wadah sosialisasi program dan kinerja pemerintah daerah.

Ia menjelaskan, LKBN Antara memiliki layanan multimedia berupa foto, teks, dan video yang didistribusikan melalui kanal-kanal media seperti aplikasi Very Small Aperture Terminal (VSAT) dan File Transfer Protocol (FTP), portal antaranews.com, televisi, koran dan majalah serta radio.

"Tahun ini (2014), LKBN Antara memiliki program baru layanan multimedia melalui kanal layar luar ruang (LED) yang akan kita kerjasamakan dengan pemerintah daerah di seluruh Indonesia," ujar Hempi.

Lebih lanjut General Manajer Komersial LKBN Antara, Darmadi menjelaskan, Antara siap menjadi media publikasi bagi pemerintah daerah melalui layanan multimedia yang dimiliknya.

Menurut Darmadi, kehadiran "Layar Indonesia" menjadi media sosialisasi program kerja pemerintah daerah yang disampaikan langsung kepada masyarakat Bogor khususnya, dan juga ke masyarakat seluruh Indonesia.

"Karena Layar Indonesia ini akan terhubung secara nasional, sehingga sosialisasi yang disampaikan melalui media ini selain bisa dibaca langsung oleh masyarakat juga bisa menjadi potensi Kota Bogor dibaca seluruh Indonesia," ujarnya.

Darmadi mengatakan "Layar Indonesia" merupakan program baru milik LKBN Antara dalam menjawab tantangan penyebaran informasi kepada masyarakat luas, terlebih LKBN Antara memiliki tugas menyosialisasikan program "Public Service obligation" (PSO) dari pemerintah pusat.

Ia mengatakan, pada 2014 direncanakan ada empat "Layar Indonesia" yang akan dipasang di empat kota besar di Indonesia yakni Bogor, Jakarta, Banten dan Bekasi.

Kemudian menyusul akan ada 60 "Layar Indonesia" lainnya yang akan dipasang di berbagai kota dan kabupaten di sejumlah provinsi.

"Target kita dalam waktu tiga tahun ini ada 638 titik di Indonesia yang akan dipasang "Layar Indonesia". Juni ini ada empat kota yang kita pasang, bulan depan diperluas ke Medan, Padang, Lampung, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Bali, Sulawesi Selatan dan Samarinda," kata Darmadi.

"Layar Indonesia" adalah sebuah layar besar berukuran 4x6 meter, 256 x 512 pixel yang berisikan konten informasi visual yang menyampaikan pesan pemerintah kepada rakyat Indonesai secara langsung, berupa teks berita, foto dan video.

Layar tersebut menyediakan informasi terbaru selama 16 jam sehari dan tujuh hari sepekan yang isi beritanya selalu diperbaharui (Update content).

"Jadi, efektif dan dinamis untuk sosialisasi pemerintah, BUMN, sosial, bisnis dan komunitas," katanya.

Turut hadir dalam kunjungan Direktur Komersial dan IT LKBN Antara, yakni Pimpinan IMQ Dhieta, Manajer Komersial LKBN Antara Erwan Muhadam, Thomas Lee dari Optotech Taiwan, yang menjadi mitra, dan Kepala Desk Internasional LKBN Antara Rahmat Nasution.
(KR-LR/A035)