Palu (ANTARA News) - Sebagian petani kakao di sejumlah desa di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, kini kembali mengolah sawah setelah lama diterlantarkan.

Huber Supari, salah seorang anggota kelompok tani di Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Senin, membenarkan banyak petani sekarang mulai mengolah sawah karena tanaman kakao yang selama ini menjadi tumpuan utama keuangan rumah tangga produksinya merosot tajam.

Ia mengaku banyak tanaman kakao di Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo tidak berbuah.

"Kalaupun ada dalam sepohon paling banyak lima buah," katanya.

Akibatnya, sebagian petani yang punya areal sawah tetapi tidak diolah, kini mulai menggarap kembali lahan tersebut.

Sebagian lagi petani mencari pekerjaan sebagai buruh di Kota Palu.

"Ada beberapa petani asal Lemban Tongoa, kini bekerja sebagai buruh bangunan di Palu," katanya.

Hal senada juga disampaikan petani lainnya, Ede.

Ia mengatakan saat ini tidak ada lagi sawah irigasi yang dibiarkan terlantar. "Semua sudah ditanami padi," kata dia.

Ia juga mengaku tanaman kakao di daerah itu sudah mulai kurang berbuah.