Surabaya (ANTARA News) - Pemerintah menyiapkan anggaran Rp500 miliar untuk pengembangan kawasan bekas Kerajaan Majapahit di Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, kata Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kacung Marijan.

"Kami sudah memutuskan Trowulan sebagai kawasan strategis nasional berbasis kebudayaan. Kalau dulu sifatnya hanya konservasi, tapi sekarang lebih utuh yakni konservasi, pengembangan, dan pemanfaatan," katanya di Surabaya, Selasa.

Kacung, yang juga Guru Besar Ilmu Politik Universitas Airlangga, mengatakan penetapan Trowulan sebagai kawasan strategis nasional berbasis kebudayaan dilakukan untuk melindungi kawasan bersejarah itu.

"Kawasan arkeologi itu ke depan bukan hanya untuk kepentingan akademik, melainkan ideologis atau jatidiri. Karena itu, siapa yang merusak cagar budaya berarti merusak bangsa," katanya.

"Nantinya, industri juga boleh berkembang di kawasan itu, tapi industri yang terintegrasi dan berdiri pada salah satu dari tiga kawasan yakni kawasan inti, penyangga, dan pengembangan," tambah dia.

Ia menjelaskan rencana pengembangan Trowulan menjadi kawasan strategis nasional berbasis budaya sudah dibahas sejak tahun 2013 dengan pemerintah daerah dan tim lintas kementerian.

"Saya sudah menyurati Dirjen Tata Ruang, saya juga sudah mengundang Bappeda Mojokerto untuk melakukan kajian secara rinci," ujarnya.