Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Kepulauan Seribu menggelar pelatihan kuliner dalam rangka diversifikasi olahan hasil pertanian untuk membantu meningkatkan ekonomi.

Kegiatan pelatihan diikuti 40 peserta yang terdiri atas kader PKK dan warga Pulau Harapan.

"Peserta merupakan binaan kami yang tergabung di dalam JakPreneur Sudin KPKP, Kelompok Wanita Tani (KWT), dan kader TP PKK," kata Kepala Sudin KPKP Kepulauan Seribu, Nurliati di Gedung Sekaya Maritim, Pulau Kelapa Dua, Kelurahan Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu Utara, Kamis.

Ia mengatakan pelatihan diversifikasi kali ini berbahan baku pisang kepok belanda yang merupakan tanaman endemik di Kepulauan Seribu.

Menurut dia pelatihan ini bertujuan mengedukasi peserta agar memahami kandungan gizi makanan sekaligus, membantu meningkatkan penghasilan keluarga, serta menumbuhkan wirausaha baru bagi masyarakat.

Ia mengatakan dalam kegiatan itu peserta didampingi chef (koki) yang ahli di bidangnya. Mereka mendapat pelatihan berikut resep menu olahan pisang berupa keripik pisang aneka rasa, pisang goreng beku, nuget pisang, bolu kukus pisang, dan pisang kukus keju.

"Melalui kegiatan ini peserta diharapkan mampu mengolah hasil pertanian menjadi makanan yang bergizi, lezat dan kekinian. Sehingga mampu membantu mengatasi stunting maupun kekurangan gizi pada anak," kata dia.

Kasi Ketahanan Pangan Sudin KPKP Kepulauan Seribu, Parsan mengatakan pelatihan diversifikasi olahan hasil pertanian ini merupakan program rutin tahunan.

Pelatihan ini diselenggarakan pada 20-22 Agustus 2024 di Pulau Kelapa Dua juga diselenggarakan di wilayah Pulau Lancang dan Pulau Pramuka dengan total 120 peserta.

"Setiap kelurahan 20 orang peserta. Usai pelatihan para peserta mendapatkan alat masak, berupa kompor gas, tabung gas, pengocok (mixer), blender, dan lainnya," kata dia

Lurah Pulau Kelapa, Muslim mengapresiasi kegiatan pelatihan olahan hasil pertanian berupa pisang kepok belanda karena jenis buah itu sudah banyak tersedia di Kepulauan Seribu.

Dirinya berharap dengan ini dapat menambah pendapatan ekonomi warga masyarakat.

"Tentunya ini sangat membantu para JakPreneur, terutama alat masak bisa mereka gunakan untuk meningkatkan usahanya. Kokinya juga sangat detail dan resep yang diajarkan sangat kekinian," kata dia
Baca juga: Kepulauan Seribu layani 631 izin dan non izin lewat layanan keliling
Baca juga: Dinas KPKP beri pelatihan perbengkelan mesin kapal di Kepulauan Seribu
Baca juga: Kepulauan Seribu gelar konsultasi publik terkait proyek strategis