Phnom Penh (ANTARA) - Perdana Menteri (PM) Kamboja Hun Manet pada Selasa (20/8) mengatakan bahwa negara di Asia Tenggara itu membutuhkan lebih banyak investasi China, sembari Ia menekankan beberapa bidang potensial untuk investasi.
Berbicara dalam sebuah pertemuan di Phnom Penh dengan delegasi bisnis China yang terdiri dari 12 perusahaan, Hun Manet menyambut baik minat para pebisnis China untuk berinvestasi di negara kerajaan tersebut, sebagaimana pernyataan pers dari tim juru bicara PM.
Dia mengatakan bahwa Kamboja telah memprioritaskan investasi antara lain di bidang energi bersih, perlindungan lingkungan, kesehatan, pertanian, industri, dan keuangan.
Ia mendorong delegasi China itu untuk berdiskusi dengan kementerian dan institusi terkait, terutama dengan Dewan Pembangunan Kamboja, guna mendapatkan wawasan yang lebih dalam tentang potensi investasi Kamboja.
China merupakan investor dan mitra dagang terbesar Kamboja
Neak Chandarith, Direktur Pusat Penelitian Jalur Sutra Maritim Abad ke-21 Kamboja, mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan yang didanai oleh China telah memainkan peran penting dalam membantu mendongkrak perekonomian Kamboja dan meningkatkan penghidupan masyarakat setempat.
"Proyek-proyek besar yang diinvestasikan oleh China di bawah Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra (Belt and Road Initiative/BRI) seperti Zona Ekonomi Khusus Sihanoukville, pembangkit listrik tenaga air (PLTA), Jalan Bebas Hambatan Phnom Penh-Sihanoukville, Bandar Udara Internasional Angkor Siem Reap, jalan raya, dan jembatan telah dan akan terus memainkan peran penting dalam mendukung perekonomian negara kerajaan ini," ujarnya kepada Xinhua.
Lebih lanjut dia mengatakan proyek-proyek unggulan BRI di sana akan membantu Kamboja mencapai tujuan ambisiusnya untuk menjadi negara berpenghasilan menengah ke atas per 2030 dan negara berpenghasilan tinggi per 2050 mendatang.
PM Kamboja sebut negaranya butuh lebih banyak investasi China
21 Agustus 2024 12:20 WIB
Foto udara yang diambil pada 23 Mei 2024 menunjukkan lokasi pembangunan jembatan Sungai Mekong di Provinsi Kratie, Kamboja. (Foto oleh Van Pov/Xinhua)
Pewarta: Xinhua
Editor: Indra Arief Pribadi
Copyright © ANTARA 2024
Tags: