Hong Kong (ANTARA News) - Pesawat Malaysia Airlines (MAS) dengan nomor penerbangan MH066 yang mengangkut 271 orang penumpang dan berangkat dari Malaysia menuju Korea Selatan, Senin, terpaksa mendarat darurat di Hong Kong akibat gangguan teknik pada pembangkit listriknya, pihak penerbangan melaporkan.

Kejadian Senin pagi itu bersamaan dengan langkah tim dari 26 negara yang masih terus mencari di perairan terpencil di dekat Australia Barat atas pesawat lain MAS dengan Nomor Penerbangan MH370 --yang hilang dengan 239 orang penumpang dan awaknya-- sejak lebih dari dua pekan lalu.

Pesawat Malaysia Airlines MH370 menghilang dari radar penerbangan sipil kurang dari satu jam setelah lepas landas dari Kuala Lumpur untuk tujuan Beijing pada 8 Maret.

Penerbangan MH066 berangkat dari Kuala Lumpur pada pukul 23.37 Minggu untuk tujuan bandara Incheon di Seoul, tetapi dialihkan ke bandara internasional Hong Kong dan mendarat dengan selamat pada pukul tiga dini hari, menurut pihak MAS.

Jet Airbus A330 itu dialihkan karena pembangkit listriknya tidak berfungsi, namun pesawat tidak kehilangan daya karena pembangkit cadangan segera mengambil alih.

Seluruh 271 orang penumpang dipindahkan ke pesawat lain, sedangkan untuk pesawat untuk penerbangan kembali dari Incheon ke Kuala Lumpur dibatalkan. Para penumpang dialihkan ke penerbangan lain sebagai penggantinya.

Seorang juru bicara di bandara Hong Kong mengatakan pesawat tersebut mendarat dengan aman kurang lebih 30 menit setelah memberi tahu bandara.

Pesawat itu tidak digolongkan mendarat darurat, meskipun layanan darurat disiagakan.
(M007/C003)