Pekanbaru (ANTARA News) - Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat sudah 55.422 jiwa warga di berbagai kabupaten/kota menderita penyakit yang disebabkan polusi kabut asap dampak dari peristiwa kebakaran lahan dan hutan sejak delapan pekan terakhir.

"Dibandingkan hari sebelumnya (Rabu, 12/3), terjadi peningkatan sekitar 5.831 jiwa," kata Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zainal Arifin kepada pers di Pekanbaru, Jumat siang.

Data rekapitulasi Dinkes Riau yang disampaikan ke Satuan Tugas (Satgas) bencana Kabut Asap Riau menyebutkan, yang terbanyak adalah penderita infeksi saluran pernafasan atas (ispa) yakni 48.390 jiwa, yang sekitar 11.798 penderita merupakan warga Pekanbaru.

Kemudian sebanyak 8.033 jiwa penderita ispa merupakan warga Kabupaten Rokan Hilir, dan di Bengkalis ada 6.136 orang yang terkena penyakit ini.

Sementara di Kota Dumai, Kabupaten Rokan Hulu, Siak, Pelalawan, dan Indragiri Hulu, penderita ispa mencapai angka 2.000 hingga 3.839 orang.

Paling sedikit di Kabupaten Indragiri Hilir, Meranti dan Kuantan Singingi dengan jumlah penderita ispa rata-rata kurang dari 2.000 jiwa.

Sementara itu masyarakat Riau yang megalami iritasi kulit ada sebanyak 2.481 jiwa, terbanyak ada di Pekanbaru yakni 451 jiwa, Dumai 395 jiwa, dan di Bengkalis serta Rokan Hulu masing-masing 267 dan 220 jiwa.

Selanjutnya untuk penderita asma Dinkes Riau mencatat ada sebanyak 1.872 jiwa, terbanyak berada di Pekanbaru yakni 457 jiwa, dan Dumai sebanyak 247 jiwa.

Lalu ada juga masyarakat yang mengalami iritasi mata yakni 1.768 jiwa, terbanyak di Rokan Hulu yakni 348 jiwa dan disusul Bengkalis yakni 262 jiwa.

Kemudian yang mengalami pneumonia tercatat ada sebanyak 911 jiwa, terbanyak merupakan warga Bengkalis yakni 197 jiwa dan di Pekanbaru ada 142 jiwa.