Jakarta (ANTARA News) - Lemahnya penegakan hukum di Indonesia telah menimbulkan buruknya edukasi hukum untuk masyarakat dan membuat kehidupan menjadi disharmoni, kata peserta konvensi bakal calon Presiden dari Partai Demokrat, Gita Wirjawan.

"Ketidak-tegasan dalam penegakkan hukum menghadapi beragam pelanggaran tidak mengedukasi masyarakat berperilaku beretika serta menghargai kehidupan bersama secara adil serta harmonis," kata Gita melalui keterangan pers yang diterima di Jakarta, Kamis.

Begitu juga terkait penegakan peraturan perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM) yang selalu menjadi sorotan dunia internasional. Dia mengatakan bahwa tidak boleh ada pembiaran oleh aparat maupun sipil terhadap bentuk intoleransi dalam kehidupan bangsa majemuk.




"Lembaga hukum perlu ketegasan. Dan yang harus disikapi ke depan adalah membangun terus spirit toleransi dan menentang sikap-sikap intoleransi," ujarnya, yang disampaikan saat debat bernegara ke-delapan konvensi bakal calon presiden Partai Demokrat di Hotel Grand Clarion, Makassar.




Dengan penegakan hukum yang seadil-adilnya dan terus konsisten, lanjut Gita, Indonesia dapat terus memelihara demokrasi berdasarkan nilai-nilai Pancasila.




Konvensi Partai Demokrat melibatkan 11 peserta yang akan bersaing untuk menjadi bakal calon Presiden karena perolehan elektabilitas tertinggi dari survei internal partai pemenang Pemilu Legislatif 2009 itu.




Tahap konvensi kini sedang pada "Debat Bernegara" yang dilangsungkan di beberapa kota, sebelum survei internal Demokrat pada April 2014.