Jakarta (ANTARA News) - Geliat bisnis seni rajah (tato) yang menjamur di Pulau Bali, khususnya di sekitar Pantai Kuta, bukan hanya diminati atas kepentingan seni saja.

Tato permanen beraneka warna, juga dimanfaatkan sebagian orang sebagai penutup bekas luka yang terdapat di tubuh, seperti yang ditawarkan studio tato Mad Ink di Jalan Poppies Lane II, Kuta, Bali.

"Biasanya memang ada orang yang bikin tato untuk menutup bekas luka atau biasa dikenal dengan tato cover up," kata seniman tato Mad Ink Bali, David kepada Antaranews, di Jakarta, Minggu.

David mengatakan, beragam bekas luka bisa ditutupi dengan tato cover up, salah satunya bekas luka terkena knalpot motor. Untuk pembuatannya sendiri, kata dia, jauh lebih menantang dibandingkan pembuatan tato pada umumnya. Sebab untuk menutup bekas luka dengan tato cover up membutuhkan keahlian dan ketelitian tersendiri, termasuk pemilihan komposisi warna tato agar benar-benar sempurna menutupi bekas luka tersebut.

"Tato cover up ini bisa untuk menutup bekas luka, atau apa saja, termasuk menutup atau memodifikasi tato lama," kata dia.

Menurut dia, harga yang ditawarkan untuk membuat tato cover up sangat beragam, bergantung apa yang akan ditutupi, bagaimana konsep gambar, serta komposisi warnanya.

"Kalau harga relatif. Untuk tato cover up sangat diperlukan teknik dan tergantung komposisi teksturnya serta konsep gambarnya," ujar dia. David mengatakan tato cover up untuk menutup bekas luka lebih mudah dibandingkan tato cover up untuk menutup atau memodifikasi tato lama. Sebagai contoh, untuk memodifikasi tato lama, dia pernah mematok harga Rp38 juta, untuk tato ukuran besar di bagian punggung karena tingkat kesulitannya.

"Saya pernah memodifikasi tato lama harganya Rp38 juta, itu sudah full colour," kata David.

Untuk proses pengerjaan tato cover up, David biasa membuat sketsa terlebih dulu menggunakan spidol diatas bekas luka yang akan ditutup. Selanjutnya sketsa itu diperjelas menggunakan pulpen, untuk selanjutnya dirajah.