Solo (ANTARA) - Sosiolog asal Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Rezza Akbar menyoroti isu majunya KGPAA Mangkunegara X atau Gusti Bhre pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

"Sebetulnya peristiwa ini menjadi hal yang biasa ketika seorang figur dicalonkan atau maju dalam pesta demokrasi," katanya di Solo, Jawa Tengah, Selasa.

Meski demikian, dikatakannya, akan ada pekerjaan rumah bagi Gusti Bhre jika benar maju menjadi calon Wali Kota Surakarta.

Satu analisanya sebagai pengamat sosial adalah efek domino yang nantinya berimbas kepada Pura Mangkunegaran, yakni masuknya politik eksternal ke dalam lingkungan Mangkunegaran yang berpotensi menimbulkan kericuhan.

Menurut dia, sebagai penguasa Pura Mangkunegaran maka Gusti Bhre harus memikirkan berbagai risiko yang bisa saja terjadi ke depan.

Dalam hal ini, dikatakannya, keutuhan Mangkunegaran harus menjadi perhatian utama.

"Kekhawatiran karena apa yang terjadi pada Keraton Surakarta menjadi pelajaran semua keraton-keraton di Jawa. Pada akhirnya kekisruhan internal akan sangat mungkin terjadi ketika masuknya politik eksternal ke dalam lingkungan keraton," tuturnya.

Baca juga: Airlangga: Putri Akbar Tanjung akan maju di Pilkada Surakarta

Baca juga: Kaesang buntuti Gusti Bhre pada survei Pilkada Surakarta 2024

Baca juga: Bakal calon peserta Pilkada Surakarta jalin komunikasi politik


Sebelumnya, Gusti Bhre menempati posisi pertama pada survei Pilkada Surakarta 2024 yang diselenggarakan oleh Jejaring Analiytics, Research and Communication Consulting (Jarcomm).

Manajer Eksekutif Jarcomm Yuhan Perdana mengatakan pada survei elektabilitas Calon Wali Kota Surakarta menjelang lima bulan pelaksanaan pilkada tersebut, Gusti Bhre menduduki posisi teratas dengan perolehan 31,8 persen.

Nama tersebut disusul oleh Wakil Wali Kota Teguh Prakosa 27,0 persen. Sedangkan Kaesang Pangarep berada di posisi ketiga dengan elektabilitas sebesar 23,4 persen.

Beberapa nama lain berada di bawah Kaesang, di antaranya putri politisi senior Partai Golkar Akbar Tandjung, Sekar Tandjung dengan perolehan 4,2 persen dan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Surakarta Ferry Indrianto dengan perolehan sebesar 3,9 persen.