Jakarta (ANTARA News) - Badan Antariksa Amerika Serikat (National Aeronautics and Space Administration/ NASA) menyelesaikan misi untuk memetakan pergerakan gletser di Islandia selama musim dingin.

Pesawat C-20A milik NASA menerbangkan empat radar dari Bandara Internasional Keflavik dekat Reykjavik, Islandia.

Pesawat itu membawa radar dengan ketelitian tinggi yang dikembangkan oleh Jet Propulsion Laboratory di Pasadena, California, Amerika Serikat, yang menggunakan teknik Interferometric Synthetic Aperture Radar (InSAR) untuk mendeteksi dan mengukur perubahan bentuk permukaan Bumi yang sangat halus.

Misi Islandia dirancang untuk mempelajari perbedaan pergerakan gletser pada musim dan musim panas, ketika ada lelehan air cukup banyak yang mencapai dasar gletser, kata peneliti utama Mark Simons, profesor geofisika dari California Institute of Technology di Pasadena.

"Studi ini akan membantu para ilmuwan memahami proses dasar yang mengendalikan nasib gletser saat iklim berubah. Studi ini juga berkontribusi pada pemahaman kita tentang perilaku gletser di seluruh dunia dan akan membantu perkiraan kenaikan muka laut," kata Simons seperti dilansir laman resmi NASA.

"Kami semua melihat bahwa teknik yang dikembangkan untuk proyek ini, dalam hal observasi dan pemodelan, akan berdampak besar pada studi-studi tentang cryosphere di seluruh bola dunia," katanya.

Uninhabited Aerial Vehicle Synthetic Aperture Radar (UAVSAR) dipasang pada bagian perut pesawat NASA. Masing-masing dari empat penerbangan, dengan total lebih dari 26 jam, melewati jalur yang sama dengan jalur studi permukaan es gletser pada musim panas 2012.