Frankfurt (ANTARA News) - Petinggi Mercedes Andreas Renschler yang mendadak mengundurkan diri disebut-sebut akan pindah ke Volkswagen.

Seperti diberitakan Reuters, Renschler yang jabatan terakhirnya adalah kepala produksi di Mercedes-Benz, mungkin pindah ke Volkswagen untuk menangani integrasi bisnis truk VW yang meliputi MAN, Scania, dan Volkswagen Commercial Vehicles.

Pengamat dari ISI Global menyebut bahwa jika truk VW, bus, dan van mereka digabungkan penjualannya sekitar 35 miliar alias menandingi penjualan truk Daimler, pemilik merek Mercedes.

Dua sumber di Volkswagen mengatakan tidak tahu tentang pekerjaan yang ditawarkan oleh VW untuk Renschler. Volkswagen secara resmi menolak berkomentar.

Juru bicara Daimler menyatakan ada klausul dalam kontrak Renschler bahwa dia tidak boleh langsung pindah ke pesaing.

Sementara itu para pengamat memperkirakan presiden direktur Daimler, Dieter Zetsche, kemungkinan kontraknya diperpanjang hingga melewati 2016.

Suksesi selama ini menjadi isu di Daimler.

Tahun lalu dewan pengawas memperpanjang kontrak Dieter Zetsche (60) untuk tiga tahun.

Daimler mengemukakan pada Selasa malam Renschler berhenti karena "alasan pribadi".

Renschler (55) mengepalai manufaktur di Mercedes-Benz Cars sejak April tahun lalu dan kontraknya berakhir 2018.

Reuters menulis posisi Renschler berada di tengah-tengah pertarungan kekuasaan antara dewan pengawas dengan Zetsche.

"Menurut kami, kepindahannya dari mengepalai truk Daimler menjadi kepala produksi Mercedes adalah langkah mundur," kata para pengamat di ISI. Renschler pernah sembilan tahun bekerja di Daimler trucks.

The Wall Street Journal menulis salah satu alasan Renschler mundur kemungkinan karena dia akan terlalu lama menunggu untuk jabatan presiden direktur.

Juru bicara Daimler mengemukakan koran tersebut keliru konteks ketika mengutip ucapan Renschler.