Indramayu (ANTARA News) - Banjir yang menggenangi jalur utama Pantai Utara Jawa beberapa hari lalu menyisakan banyak lubang di ruas antara Pamanukan, Kabupaten Subang hingga Perbatasan Indramayu arah Cirebon, Jawa Barat.

"Jalur utama Pantura mulai dari Kabupaten Subang hingga perbatasan Indramayu menuju Cirebon dipenuhi lubang, menyulitkan pengendara truk bermuatan berat, laju kendaraan rendah," kata Waryono, salah seorang sopir truk angkutan barang di Indramayu, Sabtu.

Ia menjelaskan, sebelum banjir merendam kawasan Pantura Indramayu, Subang dan Cirebon, jalur tersebut masih nyaman dilintasi hanya pada titik tertentu saja yang rusak, tapi sekarang kerusakan semakin parah.

Jalan rusak berlubang telah membahayakan pengendara, kata dia, terutama truk angkutan bermuatan berat, selain rawan terbalik, ban kendaraan juga khawatir bisa pecah.

Sementara Karyanto, sopir lain, mengaku kerusakan parah jalan Pantura itu telah menghambat perjalanan kendaraan angkutan. Ia yang biasanya menempuh Jakarta-Cirebon hanya dalam waktu enam jam, sekarang bisa 12 jam, dua kali lebih lama dari biasaya.

Para pengguna mengharapkan jalan-jalan yang berlubang mulai dari Perbatasan Karawang, Pamanukan, Kabupaten Subang, Indramayu hingga Cirebon, itu segera diperbaiki karena rawan kecelakaan.

Brigadir Dedy petugas pengatur lalu lintas di Indramayu menuturkan, pascabanjir yang merendam kawasan Pantura mulai dari Subang, Indramayu, Cirebon, jalan dipenuhi lubang, dan pengendara harus lebih berhati-hati karena sering terjadi kecelakaan.