Chicago (ANTARA News) - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange menguat pada Kamis (Jumat pagi WIB) di tengah penurunan pasar ekuitas AS dan dolar AS yang lebih lemah.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari naik 23,7 dolar AS atau 1,91 persen menjadi menetap di 1.262,3 dolar AS per ounce. Data FactSet, yang melacak kontrak paling aktif, menunjukkan bahwa harga emas ditutup pada tingkat tertinggi sejak 19 November, lapor Xinhua.

Dolar AS turun terhadap euro. Melemahnya dolar dapat meningkatkan komoditas berdenominasi dolar seperti emas, membuat mereka lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya, menurut analis pasar. Ada juga penurunan tajam di pasar ekuitas AS pada Kamis, yang pada gilirannya memikat lebih banyak investor terhadap emas.

Sonia Gandhi, pemimpin Partai Kongres India, dikabarkan telah meminta pemerintah India untuk mengurangi pembatasan impor emas, laporan mengatakan. Para analis yakin ini merupakan indikasi bahwa pemerintah India akan segera memperlonggar impor emas, yang "bullish" (bergairah) untuk emas dan perak dalam jangka pendek.

Namun, sebagian besar analis tidak optimis tentang prospek emas tahun ini. Perak untuk pengiriman Maret naik 17,1 sen atau 0,86 persen menjadi ditutup pada 20,010 dolar AS per ounce.


Penerjemah: Apep Suhendar