London (ANTARA News) - Tujuh orang di China terpapar virus flu burung jenis baru H7N9, yang seringkali mematikan, kata Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada Senin.

Kejadian itu menambah panjang daftar 24 kasus baru, yang tercatat pekan lalu dan menegaskan gelombang baru kemunculan virus tersebut, lapor Reuters.

Satu dari tujuh kasus yang dilaporkan dari empat provinsi berbeda di China itu, adalah kasus infeksi pada seorang lelaki 38 tahun yang meninggal pada 9 Januari lalu. Enam pasien lain berada dalam kondisi serius ataupun kritis di rumah sakit, kata WHO.

Beberapa pasien dilaporkan melakukan kontak dengan ternak unggas atau di pasar unggas, namun WHO mengatakan sumber penularan masih diselidiki.

Virus flu burung H7N9 muncul pada Maret tahun lalu dan sampai saat ini telah menginfeksi setidaknya 175 orang di China, Taiwan, Hong Kong dan menewaskan 50 diantaranya.

Beberapa klaster kasus dilaporkan terjadi pada orang yang melakukan kontak dengan pasien terinfeksi, namun WHO menegaskan kembali bahwa "sejauh ini, tidak ada bukti penularan antar-manusia".

Pakar mengatakan merebaknya flu sepanjang musim dingin di belahan bumi utara kemungkinan besar berpengaruh terhadap peningkatan signifikan jumlah kasus infeksi H7N9 dalam beberapa pekan terakhir setelah turun tajam hingga nyaris tidak ada kasus baru selama Juli dan Agustus 2013.

Namun, WHO memperingatkan otoritas kesehatan masyarakat dan dokter untuk tetap waspada atas setiap pertanda bahwa virus yang semakin menyebar luas itu akan beradaptasi atau bermutasi menjadi lebih mudah menular antar-manusia.


Penerjemah: Sri Haryati