Merak (ANTARA News) - Seorang nelayan Merak menghilang setelah diterjang ombak besar di Perairan Pulau Panjang, Kecamatan Pulo Ampel, Kabupaten Serang, Selasa, dinihari.

"Kami terus melakukan penyisiran di sekitar perairan itu untuk menemukan jasad nelayan yang terkena gelombang tinggi itu," kata Kepala Satuan Patroli dan SAR Polairud Polda Banten Ajun Komisaris Besar Esmed Eryadi saat dihubungi, Selasa.

Ia mengatakan, peristiwa kecelakaan laut tersebut saat itu tiga nelayan sedang memancing ikan di sekitar Perairan Pulau Panjang.

Sebab Perairan Pulau Panjang menjadikan tumpukan nelayan untuk mendapatkan ikan dengan cara memancing itu.

Mereka nelayan yang berada di perahu motor itu secara tiba-tiba diterjang gelombang tinggi.

Akibat terjangan ombak itu kondisi perahu tenggelam dan dua nelayan ditemukan dengan kondisi selamat bernama Darsan dan Agus.

Sedangkan, Komarudin, hingga kini belum ditemukan dan kemungkinan terseret ombak.

"Kami terus melakukan pencarian jasad Komarudin di sekitar Peraiaran Pulau Panjang," katanya.

Menurut dia, selama beberapa hari terakhir ini cuaca ekstrem menerjang perairan Banten utara meliputi pantai Merak, Cigading, Pulorida, dan Anyer.

Karena itu, pihaknya meminta nelayan sebaiknya tidak melaut dulu karena cuaca buruk di perairan itu bisa menimbulkan kecelakaan.

"Kami mengimbau nelayan perahu kecil tidak melaut karena membahayakan keselamatan mereka," ujarnya.

Sementara itu, Sipramidi, Koordinator Pos SAR Basarnas Merak, mengaku pihaknya sudah melakukan penyisiran di sekitar Perairan Pulau Panjang dengan kapal patroli.

Namun, pihaknya hingga kini belum menemukan jasad Komarudin karena cuaca buruk itu.

"Kami akan melanjutkan penyisiran Rabu (8/1)," katanya.

(KR-MSR/A029)