Jakarta (ANTARA) - Mercedes-Benz dikabarkan mengurangi investasi mereka untuk pengembangan platform electric vehicle (EV/kendaraan listrik) mewah.

Laporan yang beredar di Jerman, seperti diberitakan laman Autocar, Selasa (14/5), Mercedes-Benz tidak melanjutkan rencana pengembangan arsitektur MB.EA Large, yang direncanakan untuk peluncuran pada 2028.

Platform MB.EA Large semula direncanakan untuk model EQE, EQS dan SUV Mercedes-Benz. Pengembangan platform dihentikan karena penjualan EQE dan EQS tidak baik.

Baca juga: Laporan sebut Mercedes-Benz akan luncurkan kampanye EV di China

Baca juga: Mercedes-Benz dilaporkan dapat hapus merek EQ untuk EV mulai 2024


Mercedes-Benz semula berencana mengembangkan dua versi platform MB.EA, yaitu MB.EA Medium untuk SUV dan model EQC, serta MB.EA Large untuk mobil yang lebih mewah. Pembatalan pengembangan MB.EA Large disebut membuat perusahaan berhemat sekitar 4 sampai 6 miliar euro.

Setelah membatalkan pengembangan MB.EA Large, Mercedes-Benz dikabarkan ingin mengembangkan lebih dalam platform EVA2, yang digunakan oleh model EQE dan EQS, dengan meningkatkan pengisian daya dari 400V menjadi 800V.

Platform EVA2 juga akan mendapatkan teknologi sel baterai yang baru serta motor elektrik yang lebih efisien untuk daya jelajah yang lebih tinggi.

Sambil mengembangkan MB.EA Medium, pabrikan otomotif Jerman itu juga berencana mngembangkan platform MMA untuk mobil listrik kecil, MB.AMG untuk mobil sport, dan MB.VAN untuk kendaraan komersial.

Baca juga: Mercedez-EQ boyong dua EV premium EQS dan EQE ke Indonesia

Baca juga: Mercedes-Benz G-Wagen EV hadir pada pertengahan 2024

Baca juga: Mercedes-Benz buka pusat teknologi baru untuk pengembangan software