London (ANTARA News) - Andre Villas-Boas (AVB) menggelepar-gelepar lantaran mengalami frustrasi setelah menerima reaksi kecewa bertubi-tubi menyusul kegagalan tuan rumah Tottenham Hotspur memperoleh kemenangan ketika melawan Manchester United (MU).

AVB kelojotan. Tim asuhan AVB ditahan imbang 2-2 oleh skuad Setan Merah, pada lanjutan Premier League di Stadion White Hart Lane, Minggu (1/12). Dua gol Spurs dilesakkan Kyle Walker dan Sandro. Sementara, sepasang gol MU dicetak oleh Wayne Rooney.

Hasil itu membuat Tottenham berada di posisi kesembilan dengan meraih 21 poin, sementara MU bertengger di peringkat kedelapan klasemen Premier League.

Berlebihankah bila AVB dikatakan kelojotan? Tidak juga, karena Spurs tidak juga menangguk menang dalam liga laga Premier League, bahkan dibuat malu dengan enam gol tanpa balas ketika melawan Manchester City.

Setelah kekalahan di Etihad Stadium melawan City itu, kinerja AVB mulai menuai kritik dan mengetam protes bahkan mencetuskan spekulasi bahwa pelatih asal Portugal itu tinggal menunggu hari di White Hart Lane, sebagaimana ditulis dari lama SkySports. Ini lantaran AVB bertekad membawa Spurs melaju ke Liga Champions tahun depan.

Harapan tinggal harapan. Investasi telah relatif banyak digelontorkan oleh manajamen Spurs, tetapi hasilnya dinilai tidak setimpal dengan jumlah uang yang dikeluarkan musim ini.

AVB meluapkan rasa kesal justru kepada para wartawan. Ia mengatakan, "Sejumlah orang menghina dan merendahkan integritas saya, nilai-nilai kemanusiaan saya, profesionalisme kerja saya, dan salah satu dari mereka duduk tak jauh dari sini."

"Semua (kritik) itu menghina sukses yang pernah saya torehkan di klub-klub yang pernah saya latih. Hemat saya, ini tidak fair. Saya beranggapann bahwa semuanya ini muncul karena ketiadaan rasa hormat dan keinginan menyerang integritas seseorang."

"Saya tidak ingin menuding dan merendahkah manajer-manajer lain. Anda dapat dengan mudah membandingkan situasinya. Kami toh mampu bersaing dengan Manchester City, bahkan berada di atas Manchester United. Saya tidak ingin menyerang siapa pun, hanya saja saya beranggapan bahwa semuanya ini tidak fair adanya."

"Kalah enam gol tanpa balas sungguh mencemaskan. Yang lebih penting dari itu bahwa tim mampu menunjukkan kerja, dan saya anggap para pemain telah berusaha sungguh-sungguh."