Jakarta (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan Indonesia dan China memiliki pandangan serta komitmen yang sama terkait pentingnya mencegah eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah serta upaya konkret dalam penyelesaian konflik Israel-Palestina.

Retno menyoroti bahwa kunjungan Menteri Luar Negeri China Wang Yi ke Indonesia saat ini berlangsung di tengah kekhawatiran bersama terkait situasi yang berkembang di Timur Tengah menyusul permusuhan terbaru antara Iran dan Israel.

“Kita memiliki pandangan yang sama mengenai pentingnya semua pihak menahan diri dan pentingnya untuk melakukan de-eskalasi,” ucap Retno dalam pernyataan pers bersama Wang Yi di Jakarta, Kamis.

Menlu RI menyebut bahwa dalam dialog bilateral dengan Menlu Wang Yi, ia telah menjelaskan upaya diplomatik yang ditempuh Indonesia sejauh ini untuk meredakan eskalasi di Timur Tengah.

Retno meyakini bahwa China akan memanfaatkan pengaruh yang dimilikinya untuk mencegah konflik di kawasan tersebut semakin meluas.

Indonesia dan China, menurut dia, juga memiliki kesamaan pandangan mengenai pentingnya menghentikan agresi Israel di Jalur Gaza dengan gencatan senjata. Kedua pihak pun sepakat bahwa konflik Israel-Palestina harus diselesaikan secara adil melalui solusi dua negara, dan Palestina harus diterima sebagai anggota penuh PBB.

“Stabilitas Timur Tengah tidak akan terwujud tanpa penyelesaian isu Palestina,” kata Retno menegaskan.

Baca juga: Wang Yi bertelepon dengan Menlu Iran-Arab Saudi Bahas Timur Tengah

Baca juga: China serukan Israel capai gencatan senjata segera di Gaza


Selain masalah Timur Tengah, kedua menlu juga membahas isu kawasan Indo-Pasifik dalam pertemuan bilateral tersebut.

Menlu Retno menyampaikan bahwa Indonesia dan China memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan kawasan Indo-Pasifik tetap damai dan stabil.

Dia menegaskan bahwa Indonesia teguh pada komitmennya menjaga stabilitas dan perdamaian di Indo-Pasifik, yang akan terwujud hanya jika semua pihak menghormati hukum internasional.

“Indonesia juga menghargai dukungan China terhadap ASEAN Outlook on the Indo-Pacific,” kata Retno.

Dalam pertemuan dengan Menlu Wang Yi itu, Retno pun mengajak China untuk bersama Indonesia terus mewujudkan hubungan yang bersahabat, saling menghormati, saling menguntungkan, dan menghargai hukum internasional dalam aspek bilateral maupun multilateral.

Indonesia menjadi tujuan pertama dari kunjungan internasional Wang Yi yang berlangsung dari 18 April hingga 23 April 2024. Setelah Indonesia, diplomat China itu akan berkunjung ke Kamboja dan Papua Nugini.

Baca juga: Jokowi mendorong Asia Timur perkokoh fondasi perdamaian Indo-Pasifik