Jakarta (ANTARA News) - Corporate Communication PT BMW Indonesia Jodie O'tania menyebutkan bahwa mobil-mobil BMW di Indonesia belum akan ditarik terkait masalah rem.

"Kami belum akan menarik mobil di Indonesia," kata Jodie saat ditemui di Jakarta Selatan, Kamis.

Dia menyebutkan bahwa pihaknya juga masih melakukan analisis mengenai jumlah konsumen di Indonesia.

"Di global memang sudah ada, tapi di Indonesia masih analisis konsumen dulu," katanya.

Jodie juga mengaku bahwa penarikan produk-produk BMW tersebut sebagai quality campaign terhadap produk premium tersebut.

Lebih lanjut dia mengatakan, jika memang ada pengguna BMW yang mengalami kerusakan saat ada pemeriksaan dimasa kampanye tersebut, perbaikan serta pemeriksaan tidak akan dikenai biaya.

"Pengecekan dan perbaikannya pun tidak akan dikenai biaya," katanya.

BMW telah menarik 176 ribu unitmobil dari pasar karena memiliki potensi kerusakan pada power brake. BMW menarik semua model empat silinder turbo-charge yang bermesin 2 liter dengan bahan bakar bensin.

Penarikan terjadi di Amerika Serikat, China, Kanada, Jerman dan Meksiko.