Seoul (ANTARA News) - Puluhan fosil jejak kaki dinosaurus ditemukan di sepanjang tepi berbatu sungai di dekat satu set ukiran prasejarah di bagian tenggara Korea Selatan, kata kelompok ahli pemerintah pada Selasa.

Hal itu disampaikan Institut Penelitian Warisan Budaya Nasional saat mengumumkan hasil survei arkeologi, seperti yang dilaporkan Yonhap.

Lembaga itu mengatakan penelitinya telah menemukan 25 jejak kaki dinosaurus di atas batu setinggi 25 sampai 30 meter di sebelah timur laut dari tebing tempat ukiran Bangudae Petroglyphs.

Survei itu dilakukan sebelum rencana pembangunan tanggul serupa bendungan yang dapat digerakkan di depan ukiran prasejarah itu untuk melindunginya dari erosi oleh air banjir.

"Bendungan kinetik" itu akan mengelilingi warisan nasional yang terletak di bagian bawah tebing sungai itu, menurut para pejabat.

Korea Selatan berencana untuk mendaftarkan Bangudae Petroglyphs sebagai warisan dunia UNESCO pada 2017.

Disimpulkan dari bentuk dan kuantitas mereka, jejak kaki itu tampaknya telah ditinggalkan oleh setidaknya lima dinosaurus herbivora sekitar 10 miliar tahun yang lalu selama periode Cretaceous, kata lembaga itu.

Penemuan terbaru itu meningkatkan jumlah situs lokasi fosil jejak kaki dinosaurus yang telah ditemukan di Ulsan, 410 kilometer tenggara Seoul, dengan 16 dari 12 jejak itu terkonsentrasi di daerah dekat Daegok Stream.

Ada sembilan situs fosil jejak kaki dinosaurus di Korea Selatan yang diklasifikasikan sebagai monumen alam.

Lembaga Warisan Budaya, kantor pemerintah yang bertanggung jawab atas aset budaya bangsa, mengatakan akan segera datang dengan langkah-langkah untuk melestarikan temuan jejak baru dinosaurus itu.

Setiap keputusan oleh pihak berwenang untuk melestarikan jejak dinosaurus itu bisa jadi menyebabkan kemunduran besar bagi proyek pembangunan bendungan.

(G003)