Bandung (ANTARA News) - PT Askes (Persero) butuh tambahan 3.000 karyawan untuk menjawab kebutuhan transformasi menjadi menjadi BPJS Kesehatan yang mendapat tambahan sekitar 7,7 juta peserta baru limpahan dari PT Jamsostek (Persero).

"Jumlah karyawan Askes saat ini sekitar dua ribu orang, untuk melaksanakan BPJS akan ada penambahan SDM hingga mencapai 5.000 karyawan," kata Kepala Grup Pemasaran PT Askes, Jenni Wihartini, dalam acara sosialisasi BPJS Kesehatan bersama Jamsostek dan Pemprov Jabar, di Bandung, Rabu.

Penambahan karyawan itu, kata Jenni sebagai konsekwensi dari penambahan kantor cabang di daerah untuk menjangkau layanan kepada peserta BPJS Kesehatan.

Ia juga menyebutkan, kemungkinan penambahan kantor cabang hingga dua kali lipat dari kantor cabang yang ada saat ini. Ia mencontohkan rencana penambahan kantor cabang Askes di Kabupaten Bandung pada Oktober mendatang.

"Pemindahan data peserta terus dilakukan, terus diperbaharui (up date)," katanya.

Lebih lanjut Jenni Wihartini menyebutkan, saat ini jumlah peserta Askes mencapai 2,5 juta, namun dengan dibentuknya BPJS Kesehatan akan mendapat tambahan 7,7 juta peserta jaminan kesehatan yang sebelumnya ditangani Jamsostek.

"Bertambahnya jumlah peserta jelas harus ada penambahan kantor layanan dan personil, juga menjalin kerja sama dnegan bank-bank untuk pembayaran premi," katanya.

Sementara itu untuk rumah sakit dan klinik mitra pelayanan program jaminan kesehatan yang telah terdata mendapai 2.800 unit klinik dan 600 rumah sakit yang menjadi vendor Askes selama ini.