Jakarta (ANTARA News) - Untuk mengantisipasi persaingan yang semakin ketat, Toyota mengembangkan pusat pelatihan sumber daya manusia (SDM) yang terintegrasi untuk mencetak tenaga terdepan (frontliner) di bidang penjualan sampai purnajual guna memperkuat layanan terbaik bagi pelanggan.


"Toyota Training Centre (TTC) diharapkan pada masa depan dapat dapat mendukung pengembangan frontliner dalam mengantisipasi pertumbuhan pasar, bisnis purnajual, dan perluasan jaringan (penjualan), untuk memberikan layanan terbaik bagi pelanggan di seluruh Indonesia," kata Presdir PT Toyota Astra Motor (TAM) Johnny Darmawan, di Cibitung, Jawa Barat, Selasa.

Ia mengatakan sarana pelatihan untuk mendapatkan SDM siap pakai dengan ketrampilan yang bagus dibutuhkan tidak hanya untuk menjamin pemberian layanan terbaik bagi pelanggan, namun juga untuk memberikan kepastian karier.

"Ini satu-satunya pusat pelatihan sdm yang terintegrasi di Toyota, meski bukan yang terluas," kata Johnny.

Menurut Johnny, hampir di semua negara termasuk Jepang, Toyota, memiliki pusat pelatihan, namun tidak terintegrasi seperti di Indonesia, yang tidak hanya terdiri dari fasilitas kelas, tapi juga ada sarana praktek seperti bengkel, sirkuit kecil untuk uji coba kendaraan, pengecattan body mobil, hingga penginapan, sarana hiburan dan olah raga.



"TTC ini juga merupakan merger fungsi training dari tiga divisi yaitu penjualan, teknik, dan MPCRD (marketing planing dan customer relation division)," ujarnya.




TAM, lanjut dia, membenamkan investasi sekitar Rp100 miliar untuk membangun gedung seluas 1,4 hektare di atas lahan 2,25 hektare, di Cibitung itu.




TTC secara resmi dibuka pada 3 Juli 2013 oleh pewakilan Toyota Motor Corp (TMC).




Direktur Keuangan dan Pendukung Administrasi TAM Samuel Manasseh mengatakan hasil pendidikan dari TTC diakui oleh Toyota secara global di seluruh dunia, karena terdaftar dan ada sertifikat kelulusannya.




"Jadi meskipun dilakukan secara lokal tapi berkelas dunia," ujarnya. GM TTC PT Toyota Astra Motor (TAM) Sri Agung Handayani memperkirakan dalam setahun ada 5.500 orang yang dilatih di TTC mulai dari "frontliner," mekanik di bengkel, hingga kepala cabang.



"Para peserta latihan dipilih oleh dealer-dealer utama Toyota di seluruh Indonesia," ujarnya. Para dealer, kata dia, hanya membayar 25 persen dari biaya pendidikan, sedangkan sisanya ditanggung TAM.



"Ini bagian dari upaya kami mempertahankan layanan terbaik mulai dari proses penjualan sampai layanan purnajual, sehingga konsumen Toyota dimanapun dapat pelayanan yang sama baiknya di seluruh Indonesia," kata Direktur Pemasaran TAM Rachmat Samulo menambahkan. (*)