Jakarta (ANTARA) - Pemilih berstatus orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) binaan Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 3 menyampaikan harapan khusus bagi presiden dan wakil presiden yang nantinya terpilih usai memberikan hak suara secara langsung pada Pemilu 14 Februari 2024.

Salah satu warga binaan bernama Maruli (54 tahun) berharap agar siapapun presiden yang terpilih kelak tetap memperhatikan kaum disabilitas, terkhusus ia dan teman-teman-temannya yang memiliki gangguan kejiwaan dan selalu dikucilkan.

“Perhatikan kami yang disabilitas, khususnya yang ada di panti-panti seperti ini, karena banyak yang masih takut dengan ODGJ, bahkan dijauhi,” kata Maruli di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Ratusan pemilih ODGJ binaan berikan hak suara pada Pemilu 2024
Ia juga berharap presiden terpilih nanti memikirkan kehidupan rakyat ketimbang urusan pribadi maupun keluarga, sehingga perbaikan yang dikampanyekan menjadi kenyataan, seperti penurunan harga kebutuhan pangan, stabilnya harga tukar rupiah terhadap dolar.

“Kalau harapan untuk presiden, ya kalau bisa memikirkan rakyat, terus memikirkan kehidupan rakyat. Harga pangan jangan mahal, harga kebutuhan jangan mahal-mahal. Nilai tukar dolar AS tolong distabilkan, jangan terlalu tinggi,” ujarnya.

Maruli juga menyampaikan harapannya agar presiden baru juga gencar membuka lapangan pekerjaan, sehingga angka pengangguran dapat menurun.

Warga binaan lainnya, Petronela (35 tahun) juga menyampaikan harapan senada untuk presiden baru agar betul-betul peduli dan mendahulukan kepentingan rakyat.

Ia juga berharap presiden yang baru dapat lebih sering berkunjung ke panti-panti sosial, seperti Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 3, sehingga kebutuhan kaum difabel, apalagi ODGJ lebih mendapatkan perhatian.

Sebanyak 250 pemilih berstatus orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) warga binaan Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 3 memberikan hak suara pada Pemilu 14 Februari sejak pukul 08.30 WIB.

Baca juga: Pemilih ODGJ antusias tunaikan hak pilih Pemilu 2024

Baca juga: Dinsos DIY siapkan pendamping khusus ODGJ gunakan hak pilih
Dengan menggunakan kaos seragam pink, ungu, hijau yang telah ditentukan oleh petugas panti, ratusan warga binaan tersebut tertib menunggu panggilan untuk masuk ke bilik suara.

“Sebelumnya 245 orang, tapi ada penambahan jumlah pemilih sebanyak 36 orang, karena setelah ditelusuri lagi masih ada warga binaan yang layak untuk memberikan hak suaranya,” kata Kasubag Tata Usaha Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 3, Asta Devin Loriana.