Warga keluhkan tidak ada tempe dan tahu di Pasar Gondangdia
9 September 2013 16:24 WIB
Ilustrasi - Produsen Tahu Tempe Mogok Pedagang tahu tempe beralih menjadi penjual makanan olahan di Pasar Kranji Baru, Bekasi, Jawa Barat, Senin, (9/9). Pedagang tersebut sementara akan tetap menjual makanan olahan selama aksi mogok produsen tahu dan tempe berlangsung sehingga tetap mendapatkan pemasukan. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak)
Jakarta (ANTARA News) - Warga mulai mengeluhkan hilangnya olahan keledai, tahu dan tempe di Pasar Gondangdia karena pengrajin tahu dan tempe mulai melakukan mogok produksi sejak hari ini.
"Saya tadi enggak nemu tahu atau tempe," kata salah satu warga Ari (38), di Pasar Gondangdia Jakarta, Senin.
Ia menyebutkan bahwa, pedagang yang biasanya menjual tempe dan tahu, kini hanya menjual beberapa jenis dagangan seperti sayur tauge, nugget, telur asin dan sawi asin. "Saya hanya beli telur asin," kata Ari.
Ari mengatakan bahwa, sehari sebelumnya panganan tempe dan tahu ini masih bisa ditemui di beberapa pasar dengan harga yang relatif normal.
"Semalam masih ada yang jual. Dan harganya juga biasa saja," katanya.
Berbeda dengan Fransisca Romana (30) yang menyebutkan bahwa dirinya tidak lagi menemukan olahan tahu dan tempe sejak semalam di Pasar Palmerah.
"Sudah dari semalam enggak nemu tempe, terpaksa ganti nugget," katanya.
Biasanya, dirinya selalu menyediakan stok tempe untuk persediaan satu minggu. "Karena suami saya suka banget sama tempe," katanya.
Ia menyebutkan bahwa dirinya sudah mendapatkan informasi soal langkanya tahu tempe ini dari para pedagang tersebut.
"Mereka bilang katanya libur buat tahu dan tempe," katanya.
Sebelumnya, para pengrajin tahu dan tempe melakukan mogok produksi karena tingginya harga kedelai di Jakarta. Harga kedelai yang sebelumnya seharga Rp5.000 kini menjadi Rp10-15 ribu per kilogram.
"Saya tadi enggak nemu tahu atau tempe," kata salah satu warga Ari (38), di Pasar Gondangdia Jakarta, Senin.
Ia menyebutkan bahwa, pedagang yang biasanya menjual tempe dan tahu, kini hanya menjual beberapa jenis dagangan seperti sayur tauge, nugget, telur asin dan sawi asin. "Saya hanya beli telur asin," kata Ari.
Ari mengatakan bahwa, sehari sebelumnya panganan tempe dan tahu ini masih bisa ditemui di beberapa pasar dengan harga yang relatif normal.
"Semalam masih ada yang jual. Dan harganya juga biasa saja," katanya.
Berbeda dengan Fransisca Romana (30) yang menyebutkan bahwa dirinya tidak lagi menemukan olahan tahu dan tempe sejak semalam di Pasar Palmerah.
"Sudah dari semalam enggak nemu tempe, terpaksa ganti nugget," katanya.
Biasanya, dirinya selalu menyediakan stok tempe untuk persediaan satu minggu. "Karena suami saya suka banget sama tempe," katanya.
Ia menyebutkan bahwa dirinya sudah mendapatkan informasi soal langkanya tahu tempe ini dari para pedagang tersebut.
"Mereka bilang katanya libur buat tahu dan tempe," katanya.
Sebelumnya, para pengrajin tahu dan tempe melakukan mogok produksi karena tingginya harga kedelai di Jakarta. Harga kedelai yang sebelumnya seharga Rp5.000 kini menjadi Rp10-15 ribu per kilogram.
Pewarta: Deny Yuliansari
Editor: Ella Syafputri
Copyright © ANTARA 2013
Tags: