Washington (ANTARA News) - Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Selasa waktu setempat, bertolak ke Eropa untuk menggalang dukungan atas rencananya menyerang Suriah tanpa mandat PBB.

Obama menuju Swedia dan akan menghadiri KTT G-20 di Rusia, setelah para pemimpin Partai Republik mendukung rencananya untuk menghukum Presiden Suriah Bashar al-Assad--yang dituduh melakukan serangan senjata kimia.

Keputusan ketua Kongres John Boehner dan "tangan kanannya" Eric Cantor menjadi semangat baru buat Obama merealisasikan keinginannya menyerbu Suriah.

Presiden AS itu memutuskan untuk meminta persetujuan Kongres pada Sabtu pekan lalu. Ia mengatakan ia siap melancarkan serangan "terbatas" kendatipun Rusia bakal memveto rancangan itu di Dewan Keamanan PBB.

Obama diperkirakan bakal berpidato dengan argumen-argumen yang ia ucapkan saat menerima hadiah Nobel di Oslo tahun 2009. Kala itu ia berpendapat seorang presiden AS boleh memilih melakukan perang untuk melindungi keamanan Amerika, dan demi alasan-alasan kemanusiaan mencegah meluasnya senjata-senjata penghancur massal.

Presiden AS itu, Selasa, memperingatkan bahwa Presiden Bashar telah melanggar satu norma penting internasional karena menggunakan senjata-senjata kimia.

"Itu menimbulkan ancaman serius keamanan Amerika Serikat," kata Obama.

"Dan sebagai satu konsekuensi, Bashar dan Suriah harus bertanggngjawab," katanya.

(H-RN)