Tokyo (ANTARA News) - Yen mempertahankan penguatannya terhadap dolar di Asia pada Rabu dan mata uang emerging market merosot karena pedagang menjauhi risiko dan mencari tempat berlindung yang aman ("safe haven") di tengah meningkatnya ketegangan atas Suriah.

Dolar dibeli 97,03 yen di perdagangan tengah hari di Tokyo, sebagian besar tidak berubah dari 97,01 yen di New York pada Selasa sore tapi turun tajam dari tingkat di atas 98,00 yen di Tokyo Selasa.

Euro dibeli 1,3388 dolar dan 130,08 yen dibandingkan dengan 1,3391 dolar dan 129,88 yen. Mata uang emerging Asia sebagian besar lebih rendah.

Rupee India, yang mencapai rekor baru terendah 67,22 terhadap dolar Selasa, diperdagangkan pada 66,19. Rupiah turun menjadi Rp11.306 dari Rp10.925 dan peso Filipina turun di posisi 44,57 peso dari 44,43.

Saham global anjlok dan harga minyak melonjak Selasa karena Barat bergerak mendekat untuk memberikan sanksi atas aksi militer terhadap Suriah atas tuduhan serangan terhadap warga sipil dengan menggunakan senjata kimia.

Barat, yang dipimpin oleh Amerika Serikat, merayap mendekati serangan ditargetkan pada Suriah, yang dituduh melakukan serangan gas pada 21 Agustusyang telah menewaskan ratusan warga sipil.

Meningkatnya ketegangan telah memukul saham global karena dealer mencari perlindungan, sementara dolar bisa jatuh di bawah 96,00 yen dalam jangka pendek, kata kepala ahli strategi forex pada Citigroup Global Markets Jepang, Osamu Takashima.

Namun dia mengatakan dalam jangka menengah itu akan memiliki "efek kompleks pada mata uang lainnya."

Selanjutnya memburuknya situasi telah mendongkrak harga minyak mentah, yang akan merusak ekonomi AS dan menunda Fed mengurangi program stimulusnya, yang akan menyebabkan melemahnya dolar, katanya.

Sementara itu, yen bisa melemah di tengah harga minyak mentah yang lebih tinggi karena impor Jepang lebih banyak sumber daya alam dan defisit perdagangan sudah berjalan, katanya kepada Dow Jones Newswires, demikian AFP.

S004)