Berlin (ANTARA) - Ratusan ribu orang memadati jalan-jalan di Jerman pada Minggu (21/1) untuk menyuarakan keberatan mereka atas partai politik ekstrem kanan dengan sikap anti-imigran mereka.

Aksi protes tersebut telah berlangsung beberapa hari setelah pengungkapan bahwa partai ekstrem kanan Alternatif untuk Jerman (AfD) membahas rencana deportasi masal bagi orang-orang berlatar belakang asing.

Kepolisian Muenchen mengatakan pada puncaknya, sekitar 100 ribu orang mengikuti aksi tersebut di sekitar gerbang peringatan Siegestor sehingga penutupan lalu lintas tetap diberlakukan.

Selain itu, puluhan ribu orang juga berdemo di beberapa kota lainnya seperti Koln dan Bremen, di mana puluhan partai dan organisasi lokal juga berinisiatif untuk ikut serta.
Baca juga: Partai anti-imigran diperkirakan bakal dominasi pemilu Swedia

Di ibukota Jerman, Berlin, terdapat lebih dari 100 ribu orang berkumpul di depan parlemen Jerman mengecam agenda anti-demokrasi partai ekstrem kanan.

Beberapa pendemo membawa spanduk dan papan bertuliskan pesan "Bersama melawan fasisme," "Nazi pergi," dan "Tidak pernah lagi, sekarang!"

Para pengunjuk rasa itu juga ada yang menyalakan lampu ponsel mereka sambil mneriakkan slogan menentang AfD.

Dibentuk pada 2013, AfD menarik banyak suara pada 2015 ketika sekitar satu juta migran dan pengungsi tiba di Jerman.

Partai itu memasuki Bundestag untuk pertama kalinya pada 2017, dan popularitasnya dikatakan meningkat kembali sejak perang Rusia melawan Ukraina.

Parlemen negara bagian baru akan dipilih pada September di Brandenburg, Saxony dan Thuringia. Menurut survei, AfD dapat menjadi kekuatan terkuat di ketiga negara bagian tersebut.

Baca juga: Polandia tuding Rusia, Belarus gunakan imigran untuk ganggu negaranya
Baca juga: Bulgaria, Yunani perketat perbatasan cegah imigran masuk
Baca juga: Tunisia tolak bantuan finansial Rp2 triliun dari Uni Eropa


Sumber: Anadolu