Zhengzhou (ANTARA News) - Dua pejabat polisi di Provinsi Henan di China Tengah telah dipecat setelah seorang polisi di biro mereka melempar bayi ke tanah sesudah ia minum alkohol, kata pemerintah setempat, Jumat.

Komisaris Politik dan Kepala Biro Keamanan Masyarakat Kota Linzhou telah dipecat, sementara seorang wakil sekretaris Komite Biro Partai Komunis China (CPC) digeser dari jabatan di partainya, kata dinas kepolisian di Kota Anyang, yang membawahi Linzhou.

Pemecatan tersebut dilakukan setelah Guo Zengxi, seorang polisi di Linzhou, merampas seorang bayi yang berusia tujuh bulan dari orangtuanya dan melemparnya ke tanah di luar klub karaoke setelah polisi itu minum bersama beberapa temannya pada 18 Juli.

Bayi tersebut segera dibawa ke rumah sakit karena menderita cedera otak, selain tulang patah dan memar, Jumat malam. Guo juga dirawat di rumah sakit setempat dipukuli oleh warga setempat di lokasi kejadian.

Namun ketegangan meningkat setelah beredar laporan bahwa Guo hanya dihukum kurungan badan selama 15 hari oleh biro keamanan masyarakat di kota tersebut, tempat personel polisi itu bekerja.

Pada 19 Agustus, Departemen Keamanan Masyarakat Provinsi Henan mengatakan di dalam satu pernyataan biro keamanan masyarakat Linzhou belum menangani kasus tersebut sesuai hukum atau melaporkannya ke lembaga yang lebih tinggi secara cepat.

Guo telah ditangkap dan akan menghadapi dakwaan secara sengaja membuat orang lain cedera, kata mereka.