Jakarta (ANTARA News) - Ketua PBNU Slamet Effendi Yusuf mengatakan aspirasi kalangan Nahdliyin yang menginginkan Gubernur Jawa Timur berasal dari kader NU sangat masuk akal mengingat mayoritas penduduk di provinsi itu berlatar belakang NU.

"Aspirasi itu sangat wajar dan masuk akal. Kalau punya kesempatan menjadi gubernur mengapa memilih hanya menjadi wakil," katanya di Jakarta, Kamis.

Slamet mengatakan banyak kader NU sekarang ini yang memiliki kapasitas sebagai pemimpin, namun kesempatan untuk tampil sebagai pemimpin tidak selalu terbuka.

"Nah, sekarang kesempatan itu terbuka di Jawa Timur, dan harus diraih," kata mantan Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor itu.

Slamet tidak memungkiri bahwa ada juga warga NU di Jawa Timur yang justru mendukung kader NU yang lain untuk menjadi wakil gubernur berpasangan dengan figur yang bukan berlatar belakang NU.

"Itu memang fakta dan tidak ada masalah, namanya aspirasi. Tapi ya itu tadi, kalau bisa gubernur kenapa pilih wakil," katanya.

Namun, Slamet menekankan bahwa adanya perbedaan aspirasi politik di kalangan Nahdliyin tidak bisa dianggap sebagai perpecahan NU. Secara organisasi NU tetap utuh.

"Soal pilihan politik ini kan pilihan pribadi sebagai warga negara. Apa kalau dalam satu keluarga ada perbedaan pilihan lantas keluarga itu dikatakan pecah? Kan tidak," katanya.

Slamet justru curiga ada pihak yang dengan sengaja menghembuskan isu perpecahan NU untuk meraih keuntungan pribadi.

Ia mengatakan saat ini warga NU semakin dewasa dalam berpolitik, mampu menentukan pilihan terbaik sesuai nuraninya.

***1***

(T.S024/B/M026/C/M026) 22-08-2013 19:41:21