Kupang (ANTARA) - Deputi Bidang Logistik dan Peralatan (Logpal) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Lilik Kurniawan menyatakan bahwa pelayanan kesehatan kepada korban erupsi gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Provinsi NTT berjalan dengan cukup baik.

Lilik Kurniawan yang meninjau lokasi bencana erupsi gunung api tersebut dalam keterangan yang diterima di Kupang Jumat sempat memastikan langsung dengan pihak dinas kesehatan Kecamatan Wulanggitang terkait pasokan obat-obatan bagi para pengungsi itu.

"Pasokan obat-obatannya lengkap dan semuanya berjalan dengan baik," katanya.

Dalam kunjungan tersebut dia sempat berdialog dengan para pengungsi dan memberikan rujukan bagi warga yang memiliki keluhan berat kesehatan dan dapat berlaku di sejumlah rumah sakit besar di sana.

"Untuk yang memiliki keluhan kesehatan ringan, maka dapat dibantu dengan obat-obatan dan rawat jalan," ujar dia.

Baca juga: Jarak pandang terbatas dampak letusan Lewotobi, otoritas larang aktivitas pelayaran
Baca juga: BNPB salurkan dana senilai Rp250 juta untuk korban erupsi Lewotobi


Lilik menambahkan bahwa standar operasional prosedur (SOP) posko kesehatan di kamp pengungsian juga sangat baik sehingga akan menunjang jika ada warga yang memiliki keluhan kesehatan ringan akan didukung oleh obat-obatan yang lengkap.

Lilik juga mengapresiasi sejumlah pihak termasuk Dinas Sosial dan pihak kepolisian yang secara berkala memberikan pelayanan psikososial bagi anak-anak maupun warga pada umumnya.

Dia juga pada kesempatan itu juga menyempatkan diri berdialog dengan anak-anak pengungsi. Lilik menyebut bahwa kondisi mereka sangat baik dan justru senang karena dapat berkumpul dengan teman-teman dan makanan sangat melimpah.

“Anak-anak mengaku senang berada di pengungsian karena bisa berkumpul dengan teman-temannya. Apalagi makanan di sini juga sangat melimpah," ujar dia.

Sejauh pantauannya kata dia, tidak ada tanda-tanda yang mengarah pada permasalahan psikososial. Karena Dinsos dan Polsek selalu memberikan pendampingan.

Baca juga: Bupati Manggarai Timur imbau warga antisipasi sebaran debu vulkanik
Baca juga: NTT salurkan bantuan operasional erupsi Lewotobi Rp150 juta


Terkait kegiatan belajar dan mengajar yang terhenti sementara karena dampak bencana, Deputi Logpal mengatakan bahwa saat ini pihak Pemda setempat tengah mempersiapkan tenda pengungsian untuk menampung para pengungsi yang menempati gedung-gedung sekolah.

Sehingga jika hal itu dapat dilakukan, seluruh aktivitas belajar mengajar dapat dilanjutkan, tentunya dengan mempertimbangkan aspek keselamatan sebagai yang utama.

"Kita siapkan pengungsian yang baru. Setelah tanggal 9 mereka bisa ditempatkan yang baru sehingga anak-anak bisa lanjut sekolah. Dengan catatan jika kondisi aman,” kata Lilik.

Baca juga: Korem 161 kirim tim kesehatan bantu korban erupsi gunung api
Baca juga: Polda NTT kirim 102 personel bantu korban erupsi gunung Lewotobi
Baca juga: Bandara Frans Seda di Maumere masih ditutup alasan keselamatan