Kairo, Qahirah (ANTARA News) - Menteri Luar Negeri (Menlu) Jerman Guido Westerwelle tiba di Kairo, Rabu, untuk melakukan pembicaraan dengan pemerintah sementara Mesir dan pendukung presiden terguling Mohamed Moursi.

Seorang juru bicara mengatakan kunjungan tersebut bertujuan untuk mendorong negara itu kembali ke jalan demokrasi dan telah dikoordinasikan dengan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton, yang mengunjungi Kairo pekan ini.

Westerwelle "ingin ikut merasakan situasi dan tahap krisis saat ini dan akan mempromosikan cepat kembali ke kondisi yang disahkan secara demokratis dan dimulainya kembali proses transformasi inklusif dengan semua lawan bicaranya," kata juru bicara kepada para wartawan.

"Pesan utama adalah bahwa hal itu penting bagi semua pihak yang terlibat untuk berkomitmen kerja sama, mengakhiri kekerasan dan mengadakan dialog," seperti dikutip AFP.

Westerwelle akan bertemu dengan perwakilan dari pemerintah sementara, termasuk Menteri Luar Negeri Nabil Fahmy serta pemimpin Ikhwanul Muslimin Moursi sebelum kembali ke Berlin Jumat.

Dia tidak memiliki rencana selain untuk bertemu dengan Moursi empat mata, kata juru bicara.

Ashton gagal selama kunjungan tiga harinya yang diakhiri pada Selasa untuk mengakhiri kebuntuan politik antara pemerintah yang dilantik militer dan pendukung Moursi yang memicu protes mematikan.

Jerman, kekuatan ekonomi terbesar di Eropa, telah memperingatkan bahwa bantuan lebih lanjut untuk Mesir tergantung pada penghormatan terhadap prinsip-prinsip demokrasi.

Kanselir Angela Merkel menyerukan pembebasan Moursi, yang telah ditahan sejak digulingkan oleh militer pada 3 Juli.
(H-AK)