Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Wilayah Kabupaten Bekasi di Provinsi Jawa Barat yang menjadi lokasi ribuan perusahaan di sejumlah kawasan industri terbesar terpilih sebagai destinasi investasi unggulan tertinggi Indonesia pada sektor industri manufaktur.

Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan mengatakan Kabupaten Bekasi terpilih menjadi destinasi penanaman modal unggulan tertinggi Indonesia pada agenda rapat koordinasi nasional berkaitan dengan investasi.

"Ya karena memang kita memiliki catatan tingkat investasi tertinggi di Indonesia. Apalagi Kabupaten Bekasi menjadi kawasan industri terbesar se-Asia Tenggara dengan ribuan pabrik maupun perusahaan yang tersebar di beberapa kawasan," katanya di Cikarang, Selasa.

Dia mengatakan penilaian terhadap realisasi investasi tersebut memberikan efek ganda terhadap sektor lain yang akan terus didorong berkembang melalui komunikasi intensif dari pemerintah daerah kepada para investor.

"Tantangan saat ini adalah banyak daerah lain yang terus menggenjot investasi tapi kami akan terus mendorong komunikasi intensif agar sinergitas tetap terpelihara," katanya.

Di sisi lain, investasi berkelanjutan sangat mempertimbangkan pada harmonisasi faktor lingkungan, sosial, dan tata kelola sehingga penting bagi negara maupun daerah potensial untuk berkontribusi pada percepatan pembangunan.

Sejauh ini percepatan pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bekasi meliputi aspek perizinan. Pihaknya bahkan telah mengajukan program pembentukan peraturan daerah atau Prolegda untuk menyusun kebijakan pemulihan investasi dan penanaman modal.

"Diharapkan tahun depan dapat terwujud sehingga seluruh keperluan perizinan bisa semakin cepat dan lebih efisien lagi," katanya.

Begitu pula dari aspek Standar Operasional Prosedur (SOP) terintegrasi agar dapat dilakukan lebih optimal tanpa mengurangi sisi pengawasan dan pengendalian. Kedua hal tersebut mampu menjadikan iklim investasi kondusif dan usaha bisa berjalan sesuai kebijakan.

"Dari sisi SOP perizinan juga kita sudah mengajukan pembahasan kebijakan ke DPRD. Semoga tahun depan bisa terwujud, jadi seluruh keperluan investasi bisa lebih cepat," katanya.

Dani mengaku merujuk instruksi Presiden RI Joko Widodo berkaitan transisi menuju ekonomi hijau, Pemerintah Kabupaten Bekasi sepakat beralih ke energi hijau dengan mendorong perusahaan maupun usaha lain menggunakan panel surya yang sekaligus bisa dijadikan bisnis baru.

Upaya tersebut sekaligus memberikan peluang besar pada potensi di sektor energi terbarukan yang harus diikuti dengan skenario dan peta jalan uang jelas, termasuk dalam hal pendanaan dan investasi.

"Kalau green economy kita akan lebih ke energi hijau terbarukan, mendorong juga perusahaan menggunakan
solar cell dan ini bisnis baru. Tentu kita juga ada kawasan pertanian yang harus dikembangkan karena termasuk dalam green economy," kata dia.


Baca juga: Pemkab Bekasi kejar target investasi Rp50 triliun

Baca juga: Pemkab Bekasi membuka lebar pintu destinasi investasi negara ASEAN