Surabaya (ANTARA) - Sebanyak 13.034 personel gabungan dari Polri, TNI dan pemangku kebijakan lain diterjunkan untuk mengamankan Hari Raya Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 di Jawa Timur.

"Personel gabungan itu tersebar di seluruh wilayah yang ada di Jawa Timur yang tergabung dalam Operasi Lilin Semeru 2023-2024,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol. Dirmanto di Surabaya, Senin.

Dirmanto menjelaskan bahwa Operasi Lilin Semeru yang digelar oleh Polda Jawa Timur bersama pemangku kebijakan di seluruh jajaran itu merupakan operasi kemanusiaan.

Pada Operasi Lilin Semeru ini, lanjut Dirmanto, pihak Polda Jawa Timur bersama TNI dan pemangku kebijakan yang ada bertujuan untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas pada masa libur akhir tahun dan dan awal tahun.

"Pada Operasi Lilin Semeru ini aparat keamanan juga akan menjaga keamanan dan kenyamanan umat Nasrani yang menjalankan ibadah dan perayaan Natal," tuturnya.

Baca juga: Polda Jatim dirikan 194 pos untuk amankan Natal dan tahun baru

Baca juga: Polda Jatim siapkan pasukan hadapi bencana hidrometeorologi


Sementara itu, Direktur Lalulintas (Dirlantas) Polda Jatim Kombes Pol. Komarudin selaku Kasatgas Opsda Operasi Lilin Semeru menjelaskan pengamanan kegiatan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 juga akan mendirikan 194 pos.

"Kami siapkan 194 pos yang terdiri dari 143 pos pengamanan, 42 pos pelayanan dan sembilan pos terpadu," ujar Komarudin.

Pos-pos itu akan didirikan pada titik yang memang dibutuhkan sesuai dengan karakteristik setiap wilayah.

”Penempatan Pos-pos tersebut nantinya akan ditempatkan dibeberapa lokasi sesuai dengan kriteria, seperti tempat wisata, jalur penyeberangan dan tempat-tempat peribadatan," ucapnya.

Selain itu, Dirlantas Polda Jatim juga mengatakan ada beberapa potensi dan titik rawan, termasuk titik rawan bencana, titik rawan kemacetan, atau mobilisasi masyarakat pada pergantian tahun nanti.

Dari 107 juta masyarakat yang diprediksi bergerak saat Natal dan tahun baru, Jawa Timur menempati ranking pertama dengan perkiraan 17 persen dari seluruh pergerakan yang ada.

"Artinya bahwa akan ada peningkatan aktivitas kegiatan pada Natal dan tahun baru nantinya," ucapnya.