Jakarta (ANTARA) - Pakar politik dari Universitas Andalas Padang Asrinaldi mengatakan Calon Presiden RI Prabowo Subianto tidak layak mengungkit kemenangan Anies Baswedan pada Pilkada DKI Jakarta dalam debat presiden, Selasa (12/12).

"Tidak juga kita katakan bahwa Anies sebagai anak bangsa berutang budi kepada Gerinda, 'kan tidak begitu mestinya," kata Asrinaldi saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Kamis.

Menurut Asrinaldi, Anies Baswedan merupakan tokoh nonpartai yang diusung Gerinda dalam pertarungan Pilkada DKI 2017.

Pengusungan Anies sebagai kader, lanjut dia, merupakan bukti bahwa Gerindra tidak memiliki tokoh mumpuni untuk maju dalam pilkada DKI.

Gerindra, kata Asrinaldi, merupakan partai politik yang memiliki kewajiban untuk mengusung tokoh mumpuni sebagai pemimpin.

"Ketika Anies diusung itu, jadi utang budi Anies, saya kira itu tidak benar karena partai juga alat infrastruktur politik negara," kata dia.

Ia menilai debat presiden kemarin seharusnya menjadi ajang menjual gagasan dan ide, bukan mengungkit jasa masa lalu.


Sebelumnya, KPU menyelenggarakan debat pertama peserta Pilpres 2024 di Jakarta, Selasa (12/12), dengan tema pemerintahan, hukum, HAM, pemberantasan korupsi, penguatan demokrasi, peningkatan layanan publik, dan kerukunan warga.
Debat diikuti tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden, yakni nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, dan nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud Md.

Rangkaian debat akan dilanjutkan pada tanggal 22 Desember 2023, 7 Januari 2024, 21 Januari 2024, dan 4 Februari 2024.

Baca juga: Anies prihatin pedagang pasar Angso Duo Jambi terjerat rentenir
Baca juga: KPU tegur Gibran karena bersorak saat debat capres pertama