Jakarta (ANTARA News) - Deputi Gubernur Bank Indonesia Halim Alamsyah mengaku optimistis inflasi akan kembali normal pada September 2013.

"Berdasarkan data, simulasi dan prediksi, paling lama inflasi, terutama karena kenaikkan harga BBM ini hanya tiga bulan. September sudah kembali normal, mungkin lebih rendah," katanya saat peluncuran program Gerakan Ekonomi Syariah di Jakarta, Jumat.

Halim juga mengatakan arus modal sudah mulai menunjukkan pergerakan masuk lagi ke dalam negeri.

"`Capital inflow` mulai masuk kembali ke pasar surat berharga negara dan pasar modal akan bergejolak," katanya.

Dia juga meyakini perkembangan tersebut juga dirasakan para pelaku pasar yang menilai perekonomian nasional tidak akan lebih buruk lagi.

"Kenaikkan harga BBM memang memicu inflasi, tetapi masih terkendali dengan angka pertumbuhan ekonomi kita masih tumbuh sekitar enam persen," katanya.

Halim mengatakan perbaikan kondisi perekonomian nasional juga tidak menutup kemungkinan dikontribusi oleh kompensasi yang disediakan pemerintah menjelang Pemilu 2014.

Dia mengatakan tingkat ekspor juga sudah relatif mulai membaik, meski agak melemah.

Menurut dia, perlambatan ekspor terjadi karena penurunan harga-harga komoditi, meski dilihat dari sisi volume, ekspor komoditi tersebut unggulan meningkat.

"Kita lihat dengan seksama respon kebijakan apa yang akan dilakukan," katanya.

Terkait strategi yang dilakukan untuk memulihkan inflasi, dia mengatakan BI mengambil berbagai langkah untuk perbaiki kondisi tersebut.

"Kita sudah mulai intervensi pasar, operasi pasar baik di pasar rupiah maupun stabilisasi surat hutang negara. Semua dalam kebijakan BI yang saat ini sudah cukup baik,"katanya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Juni 2013 sebesar 1,03 persen, sehingga inflasi Januari-Juni 2013 mencapai 3,35 persen dan inflasi year on year Juni 2012 sebesar 5,9 persen. Inflasi disumbang dari komponen inflasi umum sebesar 1,03 persen dan inflasi inti 0,32 persen.(*)