Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri (BSKLN) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Yayan G.H. Mulyana menyoroti upaya Indonesia dalam memaknai keketuaannya di Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) pada 2023.

"Di bawah tema besar 'ASEAN Matters, Epicentrum of Growth', Indonesia memaknai 'ASEAN Matters' pada tiga hal yang perlu dicapai," kata Yayan dalam Seminar Refleksi dan Capaian Keketuaan Indonesia di ASEAN 2023, yang dipantau secara daring, di Jakarta, Selasa.

Yayan mengatakan bahwa tiga hal yang perlu dicapai Indonesia dalam memaknai "ASEAN Matters" adalah bahwa ASEAN harus efektif dan ASEAN juga dituntut untuk melakukan pendekatan yang lebih transformatif, efektif dan cepat demi kepentingan kawasan.

Kedua adalah bahwa ASEAN juga harus relevan dan mampu menjawab tantangan terkini, tetapi juga tetap menegakkan penghormatan terhadap HAM dan demokrasi secara umum dalam jangka panjang.

Kemudian, hal ketiga adalah bahwa ASEAN juga harus bermanfaat bagi rakyat di kawasan dan dunia, terutama di tengah situasi krisis dan ketidakpastian global yang makin sulit diprediksi.
Baca juga: Kemlu: Tema ASEAN 2023 bukan hanya sebatas retorika

Sementara itu, dalam memaknai tema ASEAN sebagai "Epicentrum of Growth", Indonesia, kata Yayan, menekankan perlunya ASEAN untuk memperkuat ketahanan dan konektivitas sektor pangan, energi, stabilitas dan konektivitas keuangan, serta arsitektur kesehatan sebagai fondasi untuk ketahanan.

Yayan menilai ada banyak kemajuan yang telah dicapai Indonesia dalam keketuaannya di ASEAN pada 2023, terutama melalui terselenggaranya KTT ke-42 pada 10-11 Mei di Labuan Bajo dan KTT ke-43 pada 7-10 September 2023 di Jakarta.

Beragam kemajuan yang dicapai dari rentang dua KTT tersebut, kata dia, meliputi berbagai bidang.
Baca juga: Indonesia jadi Keketuaan Asean wujudkan kemajuan ekonomi bersama

Di lingkup maritim, Indonesia berhasil memimpin negara-negara Asia Tenggara untuk lebih agresif menyelesaikan perundingan Code of Conduct (COC) di Laut China Selatan dan mendorong ASEAN Coast Guard Forum.

Dalam upaya mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan, Indonesia juga disebut telah berhasil mendorong deklarasi bersama ASEAN sebagai pusat pertumbuhan, selain juga mendorong ekosistem kendaraan listrik di kawasan.

"Secara umum di 2023 ini, yang menjadi kali kelima Indonesia memegang keketuaan ASEAN, Indonesia memaknai ASEAN untuk tetap penting dan relevan bagi masyarakat ASEAN, termasuk rakyat Indonesia," kata Yayan.

"Hal ini mengingat bahwa Indonesia ingin membawa ASEAN untuk memiliki peran penting bagi negara, kawasan dan dunia. Baik sebagai motor perdamaian dan kesejahteraan di kawasan, Indonesia juga ingin menjadikan ASEAN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kawasan dan dunia," ucap Yayan lebih lanjut.

Baca juga: Kemlu: ASEAN punya tantangan untuk menjaga kesatuan dan sentralitas