Sidney (ANTARA News) - Perdana Menteri baru Australia Kevin Rudd mengumumkan kabinetnya Senin ini yang diantaranya diisi para wanita yang menjadi rekor terbanyak dalam sejarah politik Australia. Rudd juga berjanji untuk fokus kepada ekonomi.




Rudd mengambilalih kepemimpinan tiga tahun setelah digulingkan oleh partainya sendiri, Partai Buruh. Sebelumnya partai ini mencampakkan Julia Gillard menyusul memburuknya popularitas partai tersebut di mata rakyat.




"Saya gembira dalam kabinet kami ini kami akan memiliki jumlah perempuan terbanyak dibandingkan kabinet mana pun dalam sejarah Australia," kata Rudd seperti dikutip AFP.




Senator negara bagian Victoria, Jacinta Collins, memasuki kabinet dengan jabatan Menteri Kesehatan Mental, Catherine King menjadi Menteri Regional Australia dan Julie Collins menjabat Menteri Perumahan dan Urusan Perempuan.




Ketiga wanita ini bergabung dengan para wanita lainnya yang telah lebih dulu menjabat menteri, yaitu Menteri Keuangan Penny Wong, Menteri Kesehatan Tanya Plibersek dan Menteri Urusan Keluarga Jenny Macklin. Kabinet Rudd diisi oleh 20 menteri.




Jumlah perempuan yang menjabat menteri naik dari sembilan orang di era Julia Gillard menjadi sebelas orang.




Wakil Rakyat dari Australia Barat Melissa Parke terpilih sebagai Menteri Pertama Pembangunan Internasional yang adalah jabatan non kabinet.




Rudd menyatakan pemilihan mereka murni berdasarkan kompetensi, bukan gender. Dia juga menjanjikan perbaikan ekonomi tanpa merujuk pemilu September mendatang.




"Tugas utama pemerintah Australia ini adalah menciptakan ekonomi yang tetap kuat," kata dia, sembari berjanji untuk bekerja demi Australia yang lebih kuat dan lebih jujur.




Jabatan menteri luar negeri, pertahanan dan dalam negeri tidak berubah.




Langkah Rudd ini langsung mengubah citra Partai Buruh yang seketika bisa menyaingi kembali popularitas oposisi pimpinan Konservatif Liberal.




Menurut poling Galaxy yang disiarkan News Limited kemarin, kubu Liberal kini hanya unggul tipis dengan 51 persen terhadap Partai Buruh yang popularitasnya mencapai 49 persen, demikian AFP.