Beirut (ANTARA News) - Tentara Suriah Sabtu melancarkan serangan gencar selama empat hari lalu ke daerah-daerah pemberontak di timur dan barat Damaskus, menewaskan tiga anak-anak akibat terkena peluru mortir, kata satu kelompok pemantau.

"Distrik Qaboon di Damaskus timur laut digempur pasukan pemerintah," kata Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia.

Pemberontak melawan serangan itu, menyerang pasukan Presiden Bashar al-Assad di pinggiran Qaboon sementara tentara berusaha menyerbu daerah itu, katanya.

Serangan mortir Jumat malam itu yang ditujukan terhadap Qaboon menewaskan tiga anak-anak dari satu keluarga, kata kelompok yang berpangkalan di Inggris itu.

Di daerah terdekat bentrokan senjata berkobar antara pemberontak, pasukan dan milisi pro-Bashar, kata kelompok pemantau itu.

Pertempuran meletus ketika pemberontak menggagalkan usaha tentara untuk memasuki distrik itu, kata Komisi Umum Revolusi Suriah, satu jaringan para aktivis di lapangan.

Pertempuran juga berkobar di pinggiran daerah Al-Haja al-Assad di Damaskus selatan dan Jubar di timur, kata Observatoriun itu. Sementara itu pasukan menggempur distrik Qadam, bagian dari daerah yang dikuasai pemberontak.

Pada 14 hari lalu, tentara Suriah secara dramatis meningkatkan usaha-usaha untuk menumpas pemberontakan anti-Bashar di dan sekitar Damaskus.

Oposisi dan para aktivis memperingatkan kondisi kemanusiaan yang kritis di beberapa daerah.

Juga pada Sabtu, militer meningkatkan usahanya untuk mengakhiri pemberontakan di dan sekitar Homs di Suriah tengah, kata Observatorium itu.

Kendatipun pasukan menembaki distrik-distrik pemberontak yang dikepung di tengah kota Homs. Pasukan Bashar juga berusaha menyerang kota Tal Kalakh dekat perbatasan dengan Lebanon.

Homs,yang disebut para aktivis sebagai "ibu kota revolusi",mengalami kerusakan berat dalam konflik 27 bulan Suriah, demikian AFP.
(H-RN)