Riset ini menegaskan teknologi yang lebih cerdas, sederhana, dan aman, dinilai penting bagi pelaku UMKM[1] untuk menghadapi tantangan bisnis


Sorotan Berita




Di berbagai negara di Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina, 77% pelaku UMKM melihat pentingnya teknologi untuk menghadapi tantangan bisnis.

Namun, lebih dari 70% responden juga merasa khawatir terhadap semakin rumitnya perkembangan teknologi dan meningkatnya ancaman keamanan, dengan generasi (gen) Z dan baby boomer menunjukkan ketakutan dan keraguan terbesar terhadap keuntungan investasi dari teknologi. Kondisi tersebut juga terjadi di Indonesia di mana 65% gen Z dan baby boomers merasa ragu berinvestasi di teknologi untuk keperluan bisnis mereka.

Semua generasi menghargai dengan adanya keberadaan teknologi yang memiliki manfaat jelas, dengan 85% pelaku UMKM memakai ponsel cerdas dan tablet dalam menjalankan operasional bisnis mereka.




Jakarta, Indonesia, (ANTARA/PRNewswire)- Studi HP menunjukkan bahwa 56% generasi milenial (berusia 27-42 tahun) dan 55% generasi X (berusia 43-58 tahun) sangat percaya bahwa mengadopsi teknologi untuk kepentingan bisnis adalah pilihan cerdas untuk masa depan. Namun, fakta lain dari HP Smart Where IT Matters Study[2] menunjukkan adanya kesenjangan antargenerasi. Hal ini ditunjukkan oleh generasi Z pemilik UMKM yang ternyata sependapat dengan generasi baby boomers dalam memperlihatkan tingkat keraguan dan penolakan yang tinggi terhadap perkembangan teknologi di pasar Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina.







Di seluruh wilayah Asia Tenggara, 77% pelaku UMKM menganggap teknologi penting untuk membantu menghadapi tantangan bisnis. Namun, berlawanan dengan sentimen positif terhadap teknologi ini, sekitar 69% generasi baby boomers (berusia 59 tahun ke atas) tidak melihat adanya keuntungan berinvestasi pada teknologi. Yang mengejutkan, 57% generasi Z (berusia 19-26 tahun) yang digital native (lahir di era digital) juga menyimpan keraguan yang sama terhadap keuntungan berinvestasi pada teknologi. Hasil yang sama juga datang dari Indonesia, di mana lebih dari 65% pegiat UMKM dari generasi Z dan baby boomers ragu terhadap keuntungan yang dihadirkan teknologi, jika dibandingkan dengan kolega mereka dari generasi X dan milenial.




Studi yang dilakukan oleh firma riset Kantar dan didukung oleh HP—menyurvei sekitar 1.200 pelaku usaha mikro untuk mencari tahu dinamika adopsi teknologi di Asia Tenggara.




Studi ini menyimpulkan bahwa agar UMKM dapat sukses di era digital, generasi X dan milenial harus memimpin untuk menghilangkan ketakutan, keraguan, atau kegelisahan terhadap teknologi. Lebih dari 70% pelaku UMKM gelisah terhadap kerumitan dan keamanan yang hadir di teknologi anyar. Persentase ini semakin menegaskan adanya tantangan utama yang harus dihadapi pemilik usaha ketika mempertimbangkan investasi baru.




"HP memahami betapa pentingnya perkembangan UMKM bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Para pelaku UMKM harus melakukan banyak hal—jadi terdepan dalam iklim usaha yang makin kompetitif, menambah konsumen dan penghasilan, serta meningkatkan efisiensi waktu dan uang. Karena itu, teknologi sebaiknya tidaklah rumit dan mengintimidasi. Teknologi harus bekerja dengan sederhana, lancar digunakan, aman, dan ramah lingkungan," ujar ujar Lim Choon Teck, Managing Director HP Indonesia. "HP berkomitmen untuk menghadirkan teknologi cerdas yang tepat guna, serta membangun kepercayaan sekaligus memberdayakan pelaku usaha baik besar maupun kecil dari semua generasi untuk berkembang dengan mudah dan penuh percaya diri dalam ekonomi digital yang sedang bertumbuh."




Sederhana dan Cerdas Menghilangkan Rasa Keraguan




Meskipun pelaku UMKM diliputi keraguan, mereka tetap berusaha mengoptimalkan penggunaan teknologi ketika keuntungan dalam penggunaan tersebut dapat mereka rasakan secara langsung. Salah satu temuan studi menunjukkan bahwa 85% UMKM di Asia Tenggara menggunakan ponsel cerdas dan tablet untuk menjalankan usaha, dan 59% menggunakan printer untuk usaha mereka.




HP memastikan teknologi yang mudah dan sederhana hadir dalam printer HP Smart Tank 700 dan 500 Series yang baru saja diperkenalkan. Kedua printer ini menghadirkan HP Smart App[3] yang terbaik di kelasnya[4]. Aplikasi ini mendukung kemampuan full mobile yang sangat penting bagi pengalaman yang lebih cerdas. Studi HP ini juga menyoroti bagaimana pelaku usaha di wilayah Asia Tenggara menghargai simple smarts, dengan 55% responden sangat menghargai fitur kemampuan untuk mencetak dan memindai secara langsung melalui ponsel, sementara 56% menghargai kemampuan untuk memindai dokumen dan berbagi secara instan di cloud.




"Teknologi seperti HP Smart Tank dan HP Smart App menghapus kerumitan dan menyediakan pengalaman mencetak cerdas yang hadir dari lokasi, waktu, maupun perangkat mana pun. Mengingat prioritas pemilik bisnis saat ini, kemampuan untuk menyediakan pencetakan yang lancar, cerdas, dan berkelanjutan serta juga mobile dengan kapasitas dan kinerja tinggi, menjadi sangat penting bagi kelancaran usaha mikro yang sedang berkembang pesat," tambah Choon Teck.




Di Indonesia, UMKM mencari printer yang multifungsi (47%), mudah digunakan (49%), dan nyaman (52%). HP Smart Tank adalah contoh teknologi sederhana nan praktis yang membantu para pelaku bisnis mengatasi kegelisahan, ketidakpastian, dan keraguan terhadap teknologi.




HP percaya bahwa khususnya bagi UMKM, teknologi adalah hal yang paling penting bagi mereka ketika teknologi tersebut dapat memberikan faktor-faktor seperti: dipercaya untuk beroperasi dengan lancar dengan memberikan pengalaman yang mudah serta dapat berfungsi secara langsung; dipercaya untuk membantu kelancaran bisnis dengan memberikan kinerja dan keamanan yang andal seperti yang dijanjikan; serta dipercaya dapat berkontribusi untuk bumi yang lebih baik, dengan mendorong bisnis dan gaya hidup berkelanjutan.




Klik di sini untuk informasi lebih lanjut tentang Printer HP Smart Tank Series dan Aplikasi HP Smart.




[1] Bisnis dengan jumlah pegawai 10 orang atau kurang.

[2] Metodologi: HP mengadakan survei online yang dikelola oleh Kantar yang dilakukan antara tanggal 19 Juli hingga 9 Agustus 2023 di 4 negara: Malaysia, Filipina, Thailand, dan Indonesia. HP mensurvei 1.230 responden pemilik usaha yang memiliki 10 karyawan atau kurang (~300 responden per negara).

[3] Memerlukan pengunduhan aplikasi HP Smart. Untuk rincian tentang persyaratan pencetakan lokal, lihat hp.com/go/mobileprinting. Fitur/perangkat lunak tertentu hanya tersedia dalam bahasa Inggris dan berbeda antara aplikasi desktop dan seluler. Berlangganan layanan mungkin diperlukan; langganan mungkin tidak tersedia di semua negara. Untuk detail, lihat di hpsmart.com. Akses internet diperlukan dan harus dibeli secara terpisah.

[4] Dibandingkan dengan aplikasi pencetakan OEM untuk sebagian besar printer inkjet/laser terlaris dan berkemampuan jaringan serta printer all-in-one untuk rumah dan kantor, yang harganya ≤US$450. Printer dipilih berdasarkan pangsa pasar seperti yang dilaporkan oleh IDC Quarterly Hardcopy Peripherals Tracker – Final Historical CYQ4 2021. Klaim berdasarkan penelitian aplikasi pencetakan produsen printer serta pengujian dan studi langsung Keypoint Intelligence yang diadakan oleh HP, Juli 2022. Untuk detailnya, lihat di keypointintelligence. com/HPSmartApp.




Tentang HP

HP Inc. (NYSE: HPQ) adalah pemimpin dan pencipta solusi teknologi global yang membantu orang-orang merealisasikan ide mereka dan terhubung dengan hal-hal yang paling penting di dunia. Beroperasi di lebih dari 170 negara, HP menyediakan rangkaian perangkat, layanan, dan subscriptions inovatif dan berkelanjutan untuk PC, printer, solusi pencetakan 3D, hybrid work, gaming, dan lainnya. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi: http://www.hp.com.




Media Contacts




Liveina Kumar




liveina.kumar@hp.com




Chloe Cao




chloe.cao@hp.com




Shalsa Putri




Shalsa.Putri@edelman.com




hp.com/go/newsroom










Related stocks: NYSE:HPQ