Denpasar (ANTARA News) - Masyarakat yang tidak menggunakan hak pilihnya dengan baik atau golongan putih (golput) pada Pilkada Bali 2013 mencapai 26 persen.


Ketua KPU Provinsi Bali Ketut Sukawati Lanang Putra Perbawa di Denpasar Minggu mengatakan dari keseluruhan jumlah DPT Pilkada yang mencapai 2.925.679, tercatat pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya sebanyak 766.445 orang (26 persen). Rata-rata tingkat partisipasi pemilih secara keseluruhan di Pulau Dewata itu sebesar 74 persen.

"Jumlah suara sah pada pilkada kali ini 2.126.472 dan yang tidak sah jumlahnya cukup besar, yakni 32.762 orang. Yang dikategorikan suara tidak sah adalah bagi yang mereka mencoblos lebih dari satu kali maupun yang tidak memberikan tanda atau surat suaranya kosong," ujarnya.

Dari jumlah suara yang sah, pasangan nomor urut 1 Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan mendapatkan 1.062.738 suara atau 49,98 persen, sedangkan pasangan nomor urut 2 Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta unggul 996 suara dari pesaingnya atau mendapatkan 1.063.734 suara (50,02 persen).

"Angka golput di setiap kabupaten/kota bervariasi. Golput terbesar terjadi Kabupaten Buleleng sekitar 35 persen karena dari 539.450 yang terdaftar di DPT, yang menggunakan hak pilihnya 352.231 jiwa," ujarnya.

Sementara angka golput terendah terjadi di Kabupaten Tabanan yakni 16 persen. Angka partisipasi pemilih di "lumbung padinya" Bali itu mencapai 84 persen. Dari 356.242 yang terdaftar di DPT, yang telah menggunakan hak pilih mencapai 297.775 orang.

Untuk Kota Denpasar tingkat partisipasinya mencapai 68 persen, Kabupaten Badung (79 persen), Kabupaten Jembrana (71 persen), Kabupaten Bangli (82 persen), Kabupaten Karangasem (71 persen), Kabupaten Klungkung (71 persen), dan Kabupaten Gianyar (81 persen).

"Partisipasi pemilih di daerah kita masih lebih baik dibandingkan di provinsi lain yang baru-baru ini menyelenggarakan pilkada," katanya.

Lanang menguraikan bahwa partisipasi pemilih di DKI Jakarta sebesar 64 persen, Jabar (64 persen), Sumatera Utara (49 persen), Sulawesi Selatan (69 persen), dan Nusa Tenggara Barat (70 persen).

Sebelumnya KPU Bali menargetkan angka partisipasi pemilih pada pilkada ini dapat mencapai 75 persen, atau meningkat tiga persen dari capaian partisipasi pemilih pada Pilkada Bali 2008 yang sebesar 72 persen