Yerusalem/Gaza (ANTARA) - Jumlah korban tewas akibat serangan udara Israel di Gaza telah bertambah menjadi 370 orang, sementara sedikitnya 600 orang dilaporkan tewas di Israel akibat serangan mendadak Hamas.

Jumlah korban tewas akibat serangan udara Israel di Gaza telah bertambah menjadi 370 orang, dengan 2.200 lainnya terluka, menurut informasi terkini dari Kementerian Kesehatan Palestina yang berbasis di Gaza pada Minggu (8/10).

Sementara itu, jumlah korban tewas akibat serangan mendadak Hamas terhadap Israel telah mencapai 600 orang, lapor saluran berita milik pemerintah Israel Kan TV pada Minggu, sebagaimana diwartakan Xinhua pada Senin.

Pada Sabtu (7/10) malam waktu setempat, pesawat tempur Israel melanjutkan serangannya terhadap fasilitas militer dan sipil di berbagai lokasi di wilayah kantong pesisir tersebut, kata sumber keamanan Palestina kepada Xinhua.

"Beberapa serangan Israel menghantam area permukiman tanpa peringatan apa pun, dan inilah sebabnya jumlah kematian meningkat," kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan Palestina Ashraf al-Qidra kepada Xinhua.

Militer Israel mengatakan pihaknya telah menyerang 426 target yang merupakan properti milik Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) pada Minggu pagi, termasuk sebuah kompleks milik kepala departemen intelijen kelompok tersebut.

Sekitar 10 bangunan tempat tinggal di Gaza termasuk dalam fasilitas-fasilitas sipil yang dihancurkan sepenuhnya oleh tentara Israel.

Juru Bicara Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) Daniel Hagari mengatakan kepada awak media bahwa "sebagian besar pertempuran signifikan" di komunitas-komunitas dekat Jalur Gaza telah berakhir. Warga di wilayah selatan sedang dievakuasi ke Israel tengah, katanya.

Serangan udara Israel dilancarkan sebagai respons terhadap serangan roket Hamas sebelumnya.

Pada Sabtu, militan Palestina menghujani Israel dengan ribuan roket, dan puluhan militan menyusup ke Israel selatan, memicu konflik antara Israel dan Hamas.

Brigade Al-Qassam, sayap bersenjata Hamas, mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan sedikitnya 150 roket ke arah Tel Aviv di Israel pada Sabtu malam sebagai pembalasan atas serangan udara Israel yang merobohkan gedung tinggi dengan lebih dari 100 apartemen.

Lebih dari 26 tentara Israel tewas dalam pertempuran tersebut, termasuk komandan Brigade Nahal, sebuah unit infanteri terkemuka, menurut sebuah pernyataan militer.
Xinhua


Dalam waktu semalam, Kabinet Keamanan Israel telah menggelar pertemuan dan memutuskan bahwa tujuan serangan balasan Israel adalah untuk menghancurkan kemampuan militer dan pemerintahan Hamas serta Jihad Islam, kelompok bersenjata Palestina lainnya yang menyatakan militannya telah bergabung dengan Hamas dalam serangan itu, menurut pernyataan yang dirilis Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu

"Kita mulai menjalani perang yang panjang dan sulit yang dipaksakan terhadap kita," ujar Netanyahu dalam pernyataannya.