Shaoxing (ANTARA) - Medali emas nomor speed relay putra Asian Games Hangzhou lepas dari tim panjat tebing Indonesia yang harus puas dengan perak akibat diskualifikasi karena false start saat melawan China pada final, Rabu.

Tim speed relay putra Indonesia diperkuat oleh Kiromal Katibin, Rahmad Adi Mulyono, dan Veddriq Leonardo tampil sebagai penantang utama setelah mencatatkan waktu tercepat 16,632 detik di atas China pada babak kualifikasi yang berlangsung di Shaoxing Keqiao Yangshan Sport Climbing Centre.

Pada perempat final, Indonesia mengalahkan trio Hong Kong yaitu Wong Cheuk Nam, Au Chi Fung, dan Chan Cheung Chi Shoji dengan catatan 17,979 detik meski Rahmad, yang menjadi pemanjat terakhir sempat terpeleset sebelum menyentuh finis dengan keunggulan satu setengah detik dari lawannya.

Setelah itu Indonesia bertemu tim Korea Selatan Lee Yongsu, Lee Seungbeom, dan Jung Yongjunyang yang mengalahkan Kazahkstan pada babak sebelumnya pada babak perebutan tiket final.

Baca juga: Veddriq evaluasi diri setelah kehilangan peluang emas di Asian Games

Sementara itu, Thailand memiliki peluang mengalahkan China saat Zhang Liang terpeleset pada perempat final, namun tim tuan rumah mampu mempertahankan keunggulannya dan menyentuh finis dengan catatan 19,144 detik mengalahkan 20,923 detik dari tim Negeri Gajah Putih.

Kemudian, trio Iran, Milad Alipour Shenazandi fard, Mehdi Alipour Shenazandi fard, Reza Alipour Shenazandi fard, yang menjadi salah satu penantang terberat selain China harus didiskualifikasi karena melakukan false start saat melawan Singapura.

Saat semifinal melawan Korsel, Veddriq kembali menjadi pemanjat pertama dan mendapati perlawanan sangat ketat dari tim lawan sebelum Rahmat menyentuh finis dengan keunggulan tipis yaitu 16,289 detik dibanding 16,650 detik.

Tak lama berselang, China menang mudah atas Singapura dengan catatan 16,152 detik, yang menjadi bekal mereka mengancam Indonesia di final perebutan medali emas.

Veddriq mengaku harus melakukan evaluasi diri setelah melepas peluang merebut medali emas nomor perorangan dan tak ingin terpeleset lagi ketika berjuang bersama teman-temannya pada nomor estafet.

Atlet berusia 26 tahun asal Pontianak itu pada malam ini memanjat nyaris tanpa membuat kesalahan di final, namun setelah Kiromal sebagai pemanjat kedua menyelesaikan panjatannya, indikator false start menyala berbarengan dengan awal panjatan Rahmad dan emas pun harus lepas ke tangan China.

Medali perunggu nomor speed relay putra direbut oleh Korsel setelah mengalahkan Singapura dengan catatan 17,827 detik.

Baca juga: Fokus Desak berbuah medali emas dan rekor Asian Games
Baca juga: Indonesia raih perunggu recurve beregu campuran Asian Games Hangzhou